Makam Sultan Hasanuddin, Jejak Sejarah Raja Gowa dan Simbol Perlawanan di Bukit Tamalate

Ragam Bentuk Jirat Makam

Keunikan lain dari kompleks ini terletak pada variasi bentuk jirat makam yang seluruhnya masih terjaga keutuhannya. Terdapat lima tipe utama jirat makam, yaitu:

  1. Jirat cungkup kubah, berjumlah satu buah, berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 626 cm, lebar 600 cm, tinggi 450 cm, dan ketebalan 60 cm.
  2. Jirat cungkup punde berundak, berbentuk susunan bertingkat menyerupai punde berundak.
  3. Jirat teras berundak, terdiri dari satu hingga dua teras yang semakin mengecil ke atas.
  4. Jirat peti batu, berupa balok batu andesit dengan nisan pipih, silindrik, atau berbentuk balok.
  5. Jirat batu alam atau gundukan tanah, menyerupai gunung kecil.

Nilai Edukasi dan Wisata Sejarah

Kini, Makam Sultan Hasanuddin tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga destinasi wisata sejarah dan edukasi.

Situs ini sering dikunjungi pelajar, peneliti, hingga wisatawan yang ingin memahami lebih dekat sejarah Kerajaan Gowa, proses islamisasi, serta perlawanan Sultan Hasanuddin terhadap kolonialisme Belanda.

BACA JUGA: 
Pantai Losari, Ikon Wisata Makassar dengan Jejak Sejarah dan Daya Tarik Modern

Keberadaan kompleks makam di puncak Bukit Tamalate sekaligus menawarkan panorama alam yang khas, menjadikannya ruang refleksi antara sejarah, budaya, dan alam, sebuah pengingat bahwa identitas Sulawesi Selatan dibangun dari perjuangan panjang para leluhurnya.

Ragam Bentuk Jirat Makam

Keunikan lain dari kompleks ini terletak pada variasi bentuk jirat makam yang seluruhnya masih terjaga keutuhannya. Terdapat lima tipe utama jirat makam, yaitu:

  1. Jirat cungkup kubah, berjumlah satu buah, berbentuk persegi panjang dengan panjang sekitar 626 cm, lebar 600 cm, tinggi 450 cm, dan ketebalan 60 cm.
  2. Jirat cungkup punde berundak, berbentuk susunan bertingkat menyerupai punde berundak.
  3. Jirat teras berundak, terdiri dari satu hingga dua teras yang semakin mengecil ke atas.
  4. Jirat peti batu, berupa balok batu andesit dengan nisan pipih, silindrik, atau berbentuk balok.
  5. Jirat batu alam atau gundukan tanah, menyerupai gunung kecil.

Nilai Edukasi dan Wisata Sejarah

Kini, Makam Sultan Hasanuddin tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga destinasi wisata sejarah dan edukasi.

Situs ini sering dikunjungi pelajar, peneliti, hingga wisatawan yang ingin memahami lebih dekat sejarah Kerajaan Gowa, proses islamisasi, serta perlawanan Sultan Hasanuddin terhadap kolonialisme Belanda.

BACA JUGA: 
Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

Keberadaan kompleks makam di puncak Bukit Tamalate sekaligus menawarkan panorama alam yang khas, menjadikannya ruang refleksi antara sejarah, budaya, dan alam, sebuah pengingat bahwa identitas Sulawesi Selatan dibangun dari perjuangan panjang para leluhurnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru