Perubahan ini tidak menghilangkan nilai historis makam, justru memperlihatkan proses transisi budaya dan keagamaan yang pernah dialami Kerajaan Gowa sebagai salah satu kerajaan besar di Nusantara.
Raja dan Bangsawan yang Dimakamkan
Kompleks Pemakaman Sultan Hasanuddin menjadi tempat peristirahatan sejumlah tokoh penting Kerajaan Gowa dan Tallo (sumber situs smart city Kabupaten Gow), di antaranya:
- I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data Tunibatta, Raja Gowa ke-11 (wafat 1565).
- Arung Lamoncong, bangsawan Kerajaan Bone, dimakamkan di depan makam Raja Gowa ke-11.
- Karaeng I Mallingkari Daeng Manjori Karaeng Katangka Sultan Abdullah Awalul Islam Tumenanga Riagamana, Raja Tallo (wafat 1 Oktober 1636).
- I Mangngarangi Daeng Manrabbia Sultan Alauddin, Raja Gowa ke-14 (wafat 15 Juni 1639).
- I Mannuntungi Daeng Mattola Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke-15 (wafat 5 November 1653).
- I Mallombasi Daeng Mattawang Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16 dan Pahlawan Nasional (wafat 12 Juni 1670).
- I Mappasomba Daeng Nguraga Sultan Amir Hamzah, Raja Gowa ke-17 (wafat 7 Mei 1674).
- I Mappaosang Daeng Mangngewai Sultan Muhammad Ali, Raja Gowa ke-18 (wafat 15 Maret 1681).
- Sombangta Imappadulung Daeng Mattimung Sultan Abdul Jalil, Raja Gowa ke-19 (wafat 18 September 1711).
- I Mallingkai Daeng Manjori Sultan Abdullah Awalul Islam, Raja Gowa ke-33 dan Raja Tallo ke-6, yang juga dikenal berjasa membawa jenazah I Tajibarani dari Bone ke Gowa (wafat 13 Mei 1895).

