30 C
Makassar
18 January 2026, 14:10 PM WITA

Monumen Mandala, Saksi Perlawanan Indonesia Timur yang Berdiri Tegak di Jantung Makassar

Overview

  • Monumen Mandala merupakan destinasi wisata sejarah Makassar yang merekam perjuangan rakyat Indonesia Timur dan pembebasan Irian Barat.
  • Monumen ini dilengkapi museum berisi diorama dan relief sejarah serta menara pandang Kota Makassar.
  • Bangunan ikonik ini sarat simbol TRIKORA dan menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.

SulawesiPos.com – Makassar tidak hanya dikenal dengan wisata bahari dan kulinernya, tetapi juga menyimpan jejak penting perjuangan bangsa yang bisa ditelusuri melalui Monumen Mandala.

Monumen ini menjadi saksi perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap upaya Nederlandsche Indesche Civil Administratie (NICA) yang membonceng tentara Sekutu untuk kembali menguasai Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur.

Monumen Mandala juga mencerminkan peran besar masyarakat Indonesia bagian timur dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadirannya tidak sekadar menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga simbol perlawanan dan persatuan bangsa.

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih satu hektare, pembangunan Monumen Mandala dimulai pada 1994 atas prakarsa Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, H. A. Zainal Basri Palaguna.

Baca Juga: 
Keindahan Tersembunyi Kepulauan Spermonde, Surga Laut di Dekat Makassar

Overview

  • Monumen Mandala merupakan destinasi wisata sejarah Makassar yang merekam perjuangan rakyat Indonesia Timur dan pembebasan Irian Barat.
  • Monumen ini dilengkapi museum berisi diorama dan relief sejarah serta menara pandang Kota Makassar.
  • Bangunan ikonik ini sarat simbol TRIKORA dan menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.

SulawesiPos.com – Makassar tidak hanya dikenal dengan wisata bahari dan kulinernya, tetapi juga menyimpan jejak penting perjuangan bangsa yang bisa ditelusuri melalui Monumen Mandala.

Monumen ini menjadi saksi perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap upaya Nederlandsche Indesche Civil Administratie (NICA) yang membonceng tentara Sekutu untuk kembali menguasai Indonesia, khususnya wilayah Indonesia Timur.

Monumen Mandala juga mencerminkan peran besar masyarakat Indonesia bagian timur dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kehadirannya tidak sekadar menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga simbol perlawanan dan persatuan bangsa.

Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih satu hektare, pembangunan Monumen Mandala dimulai pada 1994 atas prakarsa Gubernur Sulawesi Selatan saat itu, H. A. Zainal Basri Palaguna.

Baca Juga: 
Kebun Binatang Citra Satwa Celebes, Wisata Edukatif yang Wajib Dikunjungi Saat Liburan Akhir Tahun

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/