Bagian belakang istana dilindungi tembok batu alam tebal dan pintu kayu kokoh, sementara bagian depan dibatasi pagar rendah dan halaman terbuka.
Struktur ini mencerminkan filosofi Bugis-Makassar yang menekankan hierarki ruang dan hubungan manusia dengan alam.
Museum Balla Lompoa juga dilengkapi dengan fasilitas seperti ruang administrasi, gudang, ruang konservasi, ruang auditorium, ruang pameran tetap, ruang admnistrasi, ruang konservasi dan preparasi.
Di samping Balla Lompoa terdapat Istana Tamalate, yang ukurannya lebih besar dan dibangun pada era kepemimpinan Bupati Gowa Syahrul Yasin Limpo.
Hal ini menandai perluasan komplek istana dan adaptasi budaya tradisional dengan kebutuhan pemerintahan modern.
Koleksi dan Nilai Budaya
Sebagai museum sejarah, Balla Lompoa menyimpan berbagai artefak Kerajaan Gowa, termasuk:
- Salokoa mahkota yang terbuat dari bahan emas murni yang beratnya 1766 gram.
- Ponto Janga-Jangaya, gelang tangan dari emas berbentuk naga melingkar dengan dua kepala dan mulut terbuka.
- Kotara, rantai emas panjang dengan berat 270 gram.
- Senjata tradisional, seperti keris, badik, dan tombak.
- Benda pusaka dan naskah lontara, yang merekam sejarah dan filosofi kerajaan.

