SulawesiPos.com – Permandian Air Panas Lejja atau Taman Wisata Alam (TWA) Lejja merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Berada di tengah kawasan hutan lindung, tempat ini menawarkan pengalaman berendam air panas alami yang berpadu dengan udara sejuk dan suasana alam yang masih asri.
Tak heran, Lejja menjadi tujuan favorit wisatawan lokal hingga luar daerah yang ingin relaksasi sekaligus menikmati wisata alam.
Sumber air panas Lejja berasal dari aktivitas geologi gunung api purba yang kini sudah tidak aktif. Berdasarkan kajian geologi, kawasan ini dulunya merupakan wilayah gunung api yang berusia sekitar 1,5 hingga 2 juta tahun.
Air panas Lejja terbentuk dari air hujan yang meresap ke sela-sela bebatuan hingga kedalaman sekitar 10–25 kilometer.
Di lapisan bawah tanah, air tersebut bersentuhan dengan material panas (lahar) sehingga kembali ke permukaan sebagai air panas alami.
Fenomena alam inilah yang menjadikan Lejja sebagai salah satu sumber air panas alami terbesar di Sulawesi Selatan.
Awalnya, Lejja hanyalah sumber mata air panas biasa yang dimanfaatkan warga sekitar.
Seiring waktu, Pemerintah Daerah Kabupaten Soppeng melakukan rehabilitasi dan pengembangan kawasan dengan membangun beberapa kolam pemandian.
Kini, Lejja resmi menjadi Taman Wisata Alam (TWA) dan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Soppeng melalui PT Lamataesso Matappa.
Pengelolaan ini membuat fasilitas semakin tertata tanpa menghilangkan nuansa alami kawasan.
Permandian Air Panas Lejja terletak di Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, tepat di kawasan hutan lindung.
Perjalanan menuju Lejja justru menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung akan disuguhi pemandangan hutan dan udara segar khas pegunungan.
Saat ini, terdapat enam kolam pemandian di kawasan Air Panas Lejja dengan suhu yang bervariasi, mulai dari 60 derajat Celsius hingga 40 derajat Celsius.
Perbedaan suhu kolam dipengaruhi oleh jaraknya dari sumber mata air panas.
Semakin dekat dengan sumber, semakin tinggi suhunya. Untuk pengunjung yang datang bersama keluarga, tersedia juga kolam khusus anak-anak dengan suhu lebih aman, sekitar 40 derajat Celsius.
Selain kolam umum, tersedia:
Air panas Lejja juga lekat dengan cerita turun-temurun. Banyak yang meyakini bahwa airnya mampu membantu menyembuhkan berbagai penyakit kulit serta memberikan efek relaksasi bagi tubuh.
Bahkan, ada pula kepercayaan bahwa berendam di Lejja dapat mendatangkan keberuntungan.
Karena itu, sebagian pengunjung datang untuk bernazar di dekat sumber mata air panas, terutama pada waktu-waktu tertentu.
Terlepas dari mitosnya, kandungan mineral alami dalam air panas memang dikenal baik untuk melancarkan peredaran darah dan merilekskan otot.
Soal harga, Lejja tergolong ramah di kantong dan cocok untuk semua kalangan.
Tiket Masuk:
Kendaraan:
Harga tersebut sebanding dengan pengalaman wisata alam dan fasilitas yang didapatkan.
Permandian Air Panas Lejja Soppeng bukan sekadar tempat berendam, tapi juga ruang untuk melepas penat, menyatu dengan alam, dan menikmati warisan geologi jutaan tahun lalu.
Dengan akses yang mudah, fasilitas memadai, serta suasana alami yang menenangkan, Lejja layak masuk daftar destinasi wajib saat berkunjung ke Kabupaten Soppeng.