Categories: Travel

5 Objek Wisata di Rantepao Toraja Utara yang Wajib Kamu Kunjungi

Overview

  • Rantepao menjadi pintu utama untuk menjelajahi wisata budaya dan alam Toraja Utara yang kaya tradisi dan sejarah.

  • Lima destinasi unggulan, Marante, Kete’ Kesu’, Makam Gua Londa, Batutumongga, dan Bori’ Parinding, menawarkan pengalaman wisata yang autentik dan edukatif.

  • Perpaduan desa adat, situs pemakaman tradisional, kawasan pegunungan, dan peninggalan megalitik menjadikan Toraja destinasi yang unik dan berkarakter kuat.

SulawesiPos.com – Rantepao merupakan pintu utama untuk menjelajahi kekayaan wisata budaya dan alam Toraja Utara.

Dari kawasan ini, wisatawan dapat dengan mudah mengakses berbagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan lanskap, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan tradisi yang masih dijaga hingga kini.

Toraja dikenal sebagai daerah yang kuat dalam mempertahankan identitas budayanya, tercermin dari arsitektur tradisional, sistem pemakaman, hingga peninggalan megalitik.

Beberapa objek wisata di sekitar Rantepao menjadi representasi penting dari kehidupan masyarakat Toraja.

Desa adat, makam tradisional, kawasan pegunungan, dan situs ritual menghadirkan pengalaman wisata yang edukatif sekaligus reflektif.

Lima destinasi berikut merupakan tempat yang paling sering dikunjungi untuk mengenal Toraja secara lebih dekat dan autentik.

1. Marante

Marante adalah sebuah desa tradisional Toraja yang terletak sekitar 5 km dari pusat Rantepao.

Desa ini dikenal karena bangunan tongkonan dan lumbung padi tradisionalnya yang khas, serta bukit batu kapur yang di kawasan sekitarnya banyak terdapat makam tradisional (dikenal dengan Erong) dan patung tau-tau.

Lingkungan desa dikelilingi sawah, pepohonan, dan suasana pedesaan yang alami, sehingga cocok sebagai titik mulai untuk memahami kehidupan dan tradisi lokal Toraja secara lebih dekat.

2. Kete’ Kesu’ Village

Kete’ Kesu’ merupakan desa adat yang sangat populer di Toraja Utara, hanya sekitar 4-5 km dari Rantepao.

Desa ini terkenal dengan deretan rumah adat tongkonan serta lumbung padi tradisional yang masih terawat rapi.

Di tebing dekat desa juga terdapat situs pemakaman kuno berupa makam batu dan gua yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Kete’ Kesu’ menjadi salah satu ikon pariwisata budaya Toraja karena kekayaan warisan tradisi dan sejarahnya yang masih hidup hingga kini.

3. Makam Gua Londa

Makam Gua Londa adalah sebuah kompleks pemakaman gua alami di tebing batu yang terletak sekitar 5–7 km selatan Rantepao.

Lokasi ini merupakan situs pemakaman tradisional Toraja yang sudah digunakan selama ratusan tahun, terutama untuk keluarga bangsawan.

Di dalam gua dan tebing tersebut pengunjung dapat melihat banyak peti jenazah (erong), tulang-tulang, tengkorak, serta patung tau-tau yang diletakkan pada balkon batu sebagai simbol penghormatan kepada leluhur.

Wisata ini menarik karena memadukan nilai budaya, sejarah, dan keunikan tradisi pemakaman Toraja yang khas.

4. Batutumongga

Batutomongga (kadang dieja Batutumonga) adalah sebuah kawasan wisata alam yang berada di pegunungan sekitar Rantepao.

Tempat ini menawarkan panorama hijau sawah terasering, perbukitan, dan lembah yang menawan, dengan udara pegunungan yang sejuk.

Batutomongga sering dipilih sebagai spot non-budaya untuk menikmati landscape Toraja, foto sunrise, hiking ringan, maupun bersantai sambil ngopi sambil menyaksikan pemandangan alam yang luas.

5. Bori’ Parinding

Bori’ Parinding adalah situs megalitik dan pemakaman adat Toraja yang terletak tidak jauh dari Rantepao.

Tempat ini dipenuhi dengan ratusan menhir (batu tegak berdiri) dan area upacara pemakaman kuno yang digunakan masyarakat Toraja untuk menghormati leluhur mereka.

Banyak menhir di lokasi ini dipercaya merepresentasikan status sosial atau tindakan ritual terhadap orang-orang yang telah meninggal, dan hingga kini masih menjadi bagian dari praktik budaya setempat.

Kelima objek wisata tersebut, Marante, Kete’ Kesu’ Village, Makam Gua Londa, Batutumongga, dan Bori’ Parinding, menunjukkan betapa eratnya hubungan masyarakat Toraja dengan budaya, alam, dan leluhur mereka.

Setiap lokasi memiliki karakter dan fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi dalam menggambarkan identitas Toraja yang khas dan berakar kuat pada tradisi.

Mengunjungi Rantepao dan sekitarnya bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan proses memahami cara pandang hidup sebuah masyarakat yang menghargai sejarah dan nilai-nilai adat.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Rantepao Toraja Utara wisata budaya Sulawesi Selatan wisata sejarah wisata sulsel