27 C
Makassar
18 January 2026, 17:31 PM WITA

Ekowisata Mangrove Lantebung, Ruang Belajar Alam dan Konservasi Pesisir Makassar

SulawesiPos.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, terselip satu destinasi wisata alam yang menawarkan suasana tenang sekaligus sarat edukasi, yaitu Ekowisata Mangrove Lantebung.

Berlokasi di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, kawasan ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata.

Ekowisata Mangrove Lantebung hadir sebagai ruang hijau, laboratorium alam, sekaligus spot healing yang cocok untuk semua kalangan, dari pelajar, mahasiswa, hingga keluarga.

Daya tarik utama Lantebung tentu saja hamparan hutan mangrove yang masih asri. Pengunjung dapat menyusuri jalur tracking berupa jembatan kayu yang membelah rimbunnya mangrove, sambil menikmati udara segar dan panorama pesisir.

Di sepanjang jalur, pengunjung disuguhi pemandangan akar mangrove yang unik, burung-burung pesisir, hingga biota laut kecil yang hidup di sekitar kawasan. Suasana ini menjadikan Lantebung tempat yang pas untuk melepas penat tanpa harus keluar kota.

Wisata Edukasi dan Konservasi Lingkungan

Ekowisata Mangrove Lantebung juga dikenal sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan komunitas pecinta lingkungan.

Ekowisata Lantebung
Ekowisata Lantebung

Kawasan ini kerap menjadi lokasi kegiatan edukasi ekosistem pesisir, mulai dari pengenalan jenis-jenis mangrove hingga pemahaman peran vital mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut.

Baca Juga: 
Selain Pantai Losari, Ini 7 Destinasi Sejarah Wajib Dikunjungi Saat Berlibur di Makassar

Tak jarang, mahasiswa dari berbagai kampus, komunitas lingkungan, hingga relawan melakukan aksi nyata berupa penanaman mangrove di area ini.

Kegiatan tersebut biasanya dibarengi dengan diskusi lingkungan, kampanye pelestarian alam, serta praktik konservasi berkelanjutan.

SulawesiPos.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, terselip satu destinasi wisata alam yang menawarkan suasana tenang sekaligus sarat edukasi, yaitu Ekowisata Mangrove Lantebung.

Berlokasi di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea, kawasan ini menjadi bukti bahwa pelestarian lingkungan bisa berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata.

Ekowisata Mangrove Lantebung hadir sebagai ruang hijau, laboratorium alam, sekaligus spot healing yang cocok untuk semua kalangan, dari pelajar, mahasiswa, hingga keluarga.

Daya tarik utama Lantebung tentu saja hamparan hutan mangrove yang masih asri. Pengunjung dapat menyusuri jalur tracking berupa jembatan kayu yang membelah rimbunnya mangrove, sambil menikmati udara segar dan panorama pesisir.

Di sepanjang jalur, pengunjung disuguhi pemandangan akar mangrove yang unik, burung-burung pesisir, hingga biota laut kecil yang hidup di sekitar kawasan. Suasana ini menjadikan Lantebung tempat yang pas untuk melepas penat tanpa harus keluar kota.

Wisata Edukasi dan Konservasi Lingkungan

Ekowisata Mangrove Lantebung juga dikenal sebagai ruang belajar terbuka bagi masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, dan komunitas pecinta lingkungan.

Ekowisata Lantebung
Ekowisata Lantebung

Kawasan ini kerap menjadi lokasi kegiatan edukasi ekosistem pesisir, mulai dari pengenalan jenis-jenis mangrove hingga pemahaman peran vital mangrove dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut.

Baca Juga: 
Menikmati Romantisme Alam di Danau Cinta Balocci, Surga Tersembunyi di Pangkep

Tak jarang, mahasiswa dari berbagai kampus, komunitas lingkungan, hingga relawan melakukan aksi nyata berupa penanaman mangrove di area ini.

Kegiatan tersebut biasanya dibarengi dengan diskusi lingkungan, kampanye pelestarian alam, serta praktik konservasi berkelanjutan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/