27 C
Makassar
18 January 2026, 19:06 PM WITA

Menyusuri Desa Lakkang, Wisata Edukasi di Tengah Makassar dengan Kerajinan Bambu dan Jejak Perang Dunia

SulawesiPos.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, terselip sebuah kawasan wisata yang menawarkan suasana tenang sekaligus sarat nilai edukasi, yakni Desa Wisata Lakkang.

Desa ini dikenal sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati alam, belajar kerajinan lokal, sekaligus menelusuri jejak sejarah.

Keunikan Desa Lakkang sudah terasa sejak awal perjalanan. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menyeberangi sungai menggunakan perahu motor.

Perjalanan air yang ditempuh sekitar 15 menit itu menyuguhkan panorama alami berupa deretan hutan mangrove yang tumbuh rapat di sepanjang bantaran sungai, berpadu dengan aktivitas perahu milik warga tambak yang lalu lalang.

Setibanya di Dermaga Lakkang, pengunjung hanya perlu berjalan puluhan meter sebelum memasuki kawasan desa.

Begitu memasuki desa, nuansa hijau langsung mendominasi.

Tanaman bambu tumbuh subur dan menjadi ciri utama kawasan ini, dengan luas mencapai sekitar 1,9 hektare.

Bambu tidak hanya menjadi elemen lanskap, tetapi juga sumber penghidupan warga.

Masyarakat setempat mengolah bambu menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual, mulai dari bangku, replika perahu, jam duduk, hingga tempat tisu yang dipasarkan ke luar desa.

Baca Juga: 
Wisata Pantai Bosowa, Ada 5 Wahana Air Seru untuk Liburan Akhir Pekan

Selain dikenal sebagai sentra kerajinan bambu di tengah kota, Desa Wisata Lakkang juga menyimpan cerita sejarah.

SulawesiPos.com – Di tengah hiruk-pikuk Kota Makassar, terselip sebuah kawasan wisata yang menawarkan suasana tenang sekaligus sarat nilai edukasi, yakni Desa Wisata Lakkang.

Desa ini dikenal sebagai destinasi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati alam, belajar kerajinan lokal, sekaligus menelusuri jejak sejarah.

Keunikan Desa Lakkang sudah terasa sejak awal perjalanan. Untuk mencapai lokasi, pengunjung harus menyeberangi sungai menggunakan perahu motor.

Perjalanan air yang ditempuh sekitar 15 menit itu menyuguhkan panorama alami berupa deretan hutan mangrove yang tumbuh rapat di sepanjang bantaran sungai, berpadu dengan aktivitas perahu milik warga tambak yang lalu lalang.

Setibanya di Dermaga Lakkang, pengunjung hanya perlu berjalan puluhan meter sebelum memasuki kawasan desa.

Begitu memasuki desa, nuansa hijau langsung mendominasi.

Tanaman bambu tumbuh subur dan menjadi ciri utama kawasan ini, dengan luas mencapai sekitar 1,9 hektare.

Bambu tidak hanya menjadi elemen lanskap, tetapi juga sumber penghidupan warga.

Masyarakat setempat mengolah bambu menjadi berbagai produk kerajinan bernilai jual, mulai dari bangku, replika perahu, jam duduk, hingga tempat tisu yang dipasarkan ke luar desa.

Baca Juga: 
5 Rekomendasi Pantai Terindah di Bulukumba, Surga Wisata Bahari Sulawesi Selatan

Selain dikenal sebagai sentra kerajinan bambu di tengah kota, Desa Wisata Lakkang juga menyimpan cerita sejarah.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/