Categories: Travel

Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

SulawesiPos.com – Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki salah satu warisan sejarah dan budaya yang luar biasa, Leang-Leang, kawasan karst yang dipenuhi gua-gua prasejarah dengan lukisan dinding tertua di dunia.

Destinasi ini kini bertransformasi menjadi objek wisata arkeologi unggulan yang menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Leang-Leang terletak di kawasan karst Maros-Pangkep, sebuah cekungan batu kapur luas yang juga menjadi rumah bagi ratusan gua purba.

Di dinding gua-gua itu, terdapat lukisan tangan dan gambar babi rusa yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun, bukti bahwa manusia purba sudah mengekspresikan kreativitasnya jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.

Lukisan tangan di Leang-Leang Maros

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature memperkirakan lukisan di gua Leang Karampuang berusia setidaknya 51.200 tahun, yang menjadi salah satu lukisan figuratif tertua di dunia dan menantang asumsi bahwa seni prasejarah lahir hanya di Eropa.

Temuan semacam ini memberikan konteks sejarah yang sangat kaya bagi Leang-Leang, menjadikannya bukan sekadar tujuan wisata biasa, tetapi juga situs yang penting secara ilmiah dan budaya.

Awalnya, Leang-Leang dikenal sebagai kawasan penelitian arkeologi sejak awal ditemukannya gua-gua prasejarah.

Riset panjang, termasuk yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas), mencatat perjalanan perubahan Leang-Leang dari objek penelitian menjadi salah satu tujuan wisata sejarah utama di Indonesia sejak tahun 1950 hingga akhir abad ke-20.

Perubahan ini kemudian diikuti dengan pengembangan area, fasilitas pendukung bagi wisatawan, serta pusat informasi yang memudahkan pengunjung memahami nilai sejarah situs prasejarah ini.

Wisata Kelas Dunia

Pada Selasa (14/1/2025), Leang-Leang resmi diresmikan sebagai Leang-Leang Archaeological Park oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, didampingi Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam peresmian tersebut, kawasan ini dipuji sebagai “destinasi wisata kelas dunia” yang mampu bersaing dengan situs arkeologi terkenal dunia seperti Pompeii di Italia dan Petra di Yordania.

Acara peresmian juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti eksperimen alat batu, pameran rock art (seni lukis batu), dialog budaya dengan komunitas lokal, hingga penanaman pohon khas Kawasan, meningkatkan daya tariknya sebagai titik pertemuan antara penelitian arkeologi, konservasi lingkungan, dan pariwisata.

Lukisan Gua Leang-Leang

Tidak hanya menyajikan sejarah, kawasan Leang-Leang juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam, seperti wisata edukatif dan panorama alam, di sini pengunjung bisa trekking ringan menikmati tebing karst, berpadu dengan pemandangan alam yang dramatis dan udara segar khas pegunungan.

Lukisan rusa di Leang-Leang Maros

Warisan lukisan prasejarah, di mana lukisan tangan dan hewan purba bisa dilihat di dinding gua, yang menjadi daya tarik utama, mengajak pelancong memahami kehidupan manusia masa lampau.

Ada juga pusat informasi dan teknologi, ini merupakan fasilitas virtual reality dan pusat informasi di lokasi membantu wisatawan memperoleh gambaran lengkap tentang sejarah situs tersebut.

Selain itu, kawasan ini juga dipersiapkan untuk menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Juli 2026, yang akan semakin memperkuat posisi Leang-Leang di mata dunia.

Akses, Tiket, dan Kunjungan

Leang-Leang berada di Kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, sekitar 30–45 menit berkendara dari Kota Makassar.

Wisatawan dapat menikmati taman arkeologi ini setiap hari dengan harga tiket yang terjangkau dan fasilitas wisata yang terus diperbaiki seiring meningkatnya kunjungan. (ayi)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: wisata sejarah sulsel leang-leang kabupaten Maros