27 C
Makassar
18 January 2026, 19:12 PM WITA

Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

Wisata Kelas Dunia

Pada Selasa (14/1/2025), Leang-Leang resmi diresmikan sebagai Leang-Leang Archaeological Park oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, didampingi Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam peresmian tersebut, kawasan ini dipuji sebagai “destinasi wisata kelas dunia” yang mampu bersaing dengan situs arkeologi terkenal dunia seperti Pompeii di Italia dan Petra di Yordania.

Acara peresmian juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti eksperimen alat batu, pameran rock art (seni lukis batu), dialog budaya dengan komunitas lokal, hingga penanaman pohon khas Kawasan, meningkatkan daya tariknya sebagai titik pertemuan antara penelitian arkeologi, konservasi lingkungan, dan pariwisata.

Lukisan Gua Leang-Leang

Tidak hanya menyajikan sejarah, kawasan Leang-Leang juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam, seperti wisata edukatif dan panorama alam, di sini pengunjung bisa trekking ringan menikmati tebing karst, berpadu dengan pemandangan alam yang dramatis dan udara segar khas pegunungan.

Lukisan rusa di Leang-Leang Maros
Lukisan rusa di Leang-Leang Maros

Warisan lukisan prasejarah, di mana lukisan tangan dan hewan purba bisa dilihat di dinding gua, yang menjadi daya tarik utama, mengajak pelancong memahami kehidupan manusia masa lampau.

Baca Juga: 
Daftar Negara Bebas Visa untuk Pemegang Paspor Indonesia per Januari 2026

Ada juga pusat informasi dan teknologi, ini merupakan fasilitas virtual reality dan pusat informasi di lokasi membantu wisatawan memperoleh gambaran lengkap tentang sejarah situs tersebut.

Selain itu, kawasan ini juga dipersiapkan untuk menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Juli 2026, yang akan semakin memperkuat posisi Leang-Leang di mata dunia.

Wisata Kelas Dunia

Pada Selasa (14/1/2025), Leang-Leang resmi diresmikan sebagai Leang-Leang Archaeological Park oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, didampingi Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan.

Dalam peresmian tersebut, kawasan ini dipuji sebagai “destinasi wisata kelas dunia” yang mampu bersaing dengan situs arkeologi terkenal dunia seperti Pompeii di Italia dan Petra di Yordania.

Acara peresmian juga diisi dengan berbagai kegiatan seperti eksperimen alat batu, pameran rock art (seni lukis batu), dialog budaya dengan komunitas lokal, hingga penanaman pohon khas Kawasan, meningkatkan daya tariknya sebagai titik pertemuan antara penelitian arkeologi, konservasi lingkungan, dan pariwisata.

Lukisan Gua Leang-Leang

Tidak hanya menyajikan sejarah, kawasan Leang-Leang juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam, seperti wisata edukatif dan panorama alam, di sini pengunjung bisa trekking ringan menikmati tebing karst, berpadu dengan pemandangan alam yang dramatis dan udara segar khas pegunungan.

Lukisan rusa di Leang-Leang Maros
Lukisan rusa di Leang-Leang Maros

Warisan lukisan prasejarah, di mana lukisan tangan dan hewan purba bisa dilihat di dinding gua, yang menjadi daya tarik utama, mengajak pelancong memahami kehidupan manusia masa lampau.

Baca Juga: 
Pesawat ATR Hilang Kontak, Titik Terakhir Terpantau di Leang-leang Maros

Ada juga pusat informasi dan teknologi, ini merupakan fasilitas virtual reality dan pusat informasi di lokasi membantu wisatawan memperoleh gambaran lengkap tentang sejarah situs tersebut.

Selain itu, kawasan ini juga dipersiapkan untuk menghadapi proses revalidasi UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Juli 2026, yang akan semakin memperkuat posisi Leang-Leang di mata dunia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/