27 C
Makassar
18 January 2026, 17:38 PM WITA

Leang-Leang Maros, Melihat Jejak Manusia Purba 50 Ribu Tahun Lalu

SulawesiPos.com – Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki salah satu warisan sejarah dan budaya yang luar biasa, Leang-Leang, kawasan karst yang dipenuhi gua-gua prasejarah dengan lukisan dinding tertua di dunia.

Destinasi ini kini bertransformasi menjadi objek wisata arkeologi unggulan yang menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Leang-Leang terletak di kawasan karst Maros-Pangkep, sebuah cekungan batu kapur luas yang juga menjadi rumah bagi ratusan gua purba.

Di dinding gua-gua itu, terdapat lukisan tangan dan gambar babi rusa yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun, bukti bahwa manusia purba sudah mengekspresikan kreativitasnya jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.

Lukisan tangan di Leang-Leang Maros
Lukisan tangan di Leang-Leang Maros

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature memperkirakan lukisan di gua Leang Karampuang berusia setidaknya 51.200 tahun, yang menjadi salah satu lukisan figuratif tertua di dunia dan menantang asumsi bahwa seni prasejarah lahir hanya di Eropa.

Temuan semacam ini memberikan konteks sejarah yang sangat kaya bagi Leang-Leang, menjadikannya bukan sekadar tujuan wisata biasa, tetapi juga situs yang penting secara ilmiah dan budaya.

Baca Juga: 
Center Point of Indonesia (CPI), Ikon Wisata Urban yang Kian Populer di Makassar

Awalnya, Leang-Leang dikenal sebagai kawasan penelitian arkeologi sejak awal ditemukannya gua-gua prasejarah.

Riset panjang, termasuk yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas), mencatat perjalanan perubahan Leang-Leang dari objek penelitian menjadi salah satu tujuan wisata sejarah utama di Indonesia sejak tahun 1950 hingga akhir abad ke-20.

Perubahan ini kemudian diikuti dengan pengembangan area, fasilitas pendukung bagi wisatawan, serta pusat informasi yang memudahkan pengunjung memahami nilai sejarah situs prasejarah ini.

SulawesiPos.com – Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, memiliki salah satu warisan sejarah dan budaya yang luar biasa, Leang-Leang, kawasan karst yang dipenuhi gua-gua prasejarah dengan lukisan dinding tertua di dunia.

Destinasi ini kini bertransformasi menjadi objek wisata arkeologi unggulan yang menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Leang-Leang terletak di kawasan karst Maros-Pangkep, sebuah cekungan batu kapur luas yang juga menjadi rumah bagi ratusan gua purba.

Di dinding gua-gua itu, terdapat lukisan tangan dan gambar babi rusa yang diperkirakan berusia puluhan ribu tahun, bukti bahwa manusia purba sudah mengekspresikan kreativitasnya jauh lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.

Lukisan tangan di Leang-Leang Maros
Lukisan tangan di Leang-Leang Maros

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature memperkirakan lukisan di gua Leang Karampuang berusia setidaknya 51.200 tahun, yang menjadi salah satu lukisan figuratif tertua di dunia dan menantang asumsi bahwa seni prasejarah lahir hanya di Eropa.

Temuan semacam ini memberikan konteks sejarah yang sangat kaya bagi Leang-Leang, menjadikannya bukan sekadar tujuan wisata biasa, tetapi juga situs yang penting secara ilmiah dan budaya.

Baca Juga: 
5 Spot Sunset Terbaik di Makassar yang Wajib Masuk Bucket List Kamu!

Awalnya, Leang-Leang dikenal sebagai kawasan penelitian arkeologi sejak awal ditemukannya gua-gua prasejarah.

Riset panjang, termasuk yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas), mencatat perjalanan perubahan Leang-Leang dari objek penelitian menjadi salah satu tujuan wisata sejarah utama di Indonesia sejak tahun 1950 hingga akhir abad ke-20.

Perubahan ini kemudian diikuti dengan pengembangan area, fasilitas pendukung bagi wisatawan, serta pusat informasi yang memudahkan pengunjung memahami nilai sejarah situs prasejarah ini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/