Categories: Travel

Pantai Losari, Ikon Wisata Makassar dengan Jejak Sejarah dan Daya Tarik Modern

SulawesiPos.com – Pantai Losari dikenal sebagai salah satu ikon utama Kota Makassar yang terletak di pesisir barat kota.

Kawasan ini telah lama menjadi ruang publik favorit warga, baik untuk bersantai di pagi hari, menikmati suasana senja, hingga beraktivitas pada malam hari.

Panorama matahari terbenam yang menghadap langsung ke Selat Makassar menjadikan Pantai Losari memiliki daya tarik khas yang sulit dilepaskan dari identitas kota.

Membentang dari utara ke selatan dengan panjang sekitar 950 meter, Pantai Losari menawarkan hamparan area terbuka yang luas dan ramah bagi berbagai aktivitas masyarakat.

Tak heran, jika kawasan ini kerap menjadi titik temu warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati suasana laut tanpa harus meninggalkan pusat kota.

Dari Pasar Ikan hingga Ikon Kota

Sebelum dikenal luas dengan nama Pantai Losari, kawasan ini lebih dahulu akrab disebut Pasar Ikan.

Pada masa itu, wilayah pesisir ini dimanfaatkan warga sebagai tempat berjualan hasil laut pada pagi hari.

Menjelang sore, aktivitas ekonomi beralih ke pedagang makanan ringan khas Makassar seperti kacang rebus dan pisang epe.

Ketika malam tiba, deretan warung tenda kuliner seafood dan ikan bakar memenuhi kawasan pantai.

Uniknya, jajaran warung tenda yang memanjang hampir satu kilometer ini sempat dijuluki sebagai “warung terpanjang di dunia” karena membentang mengikuti garis pantai.

Namun, seiring penataan kawasan kota, warung-warung tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi khusus di sekitar Rumah Jabatan Wali Kota Makassar yang masih berada di kawasan Losari.

Jejak Sejarah Penataan Pantai

Pengembangan fisik Pantai Losari mulai dilakukan pada 1945, ditandai dengan pembangunan struktur lantai beton sepanjang kurang lebih 910 meter.

Proyek ini digagas pada masa pemerintahan Wali Kota Makassar DM van Switten (1945–1946), saat wilayah tersebut berada di bawah administrasi NICA.

Pembangunan tersebut bertujuan melindungi kawasan strategis di Jalan Penghibur dari terpaan ombak Selat Makassar.

Sejak saat itu, Pantai Losari perlahan bertransformasi dari kawasan aktivitas ekonomi tradisional menjadi ruang publik yang tertata.

Misteri Nama “Losari”

Hingga kini, asal-usul penamaan Losari masih menyisakan tanda tanya.

Tidak ada sumber historis yang secara pasti menjelaskan apakah nama tersebut berasal dari bahasa Belanda, bahasa Makassar, atau pengaruh budaya lainnya.

Sebagian penafsiran menyebutkan bahwa jika ditinjau dari bahasa Jawa, kata “Losari” terdiri dari dua unsur, yakni los yang berarti area jual beli atau kios, serta ari yang bermakna selaput atau penghubung.

Tafsir ini kerap dikaitkan dengan fungsi awal kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat pesisir.

Daya Tarik Wisata Masa Kini

Kini, Pantai Losari tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan wisata dan budaya.

Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari wisata kuliner khas Makassar, berswafoto dengan latar laut lepas, hingga mengikuti sunset sailing menggunakan kapal pinisi.

Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi sejumlah destinasi pendukung seperti Masjid Terapung Amirul Mukminin, Makassar Art Gallery, hingga wahana rekreasi air sederhana seperti perahu bebek.

Kehadiran fasilitas tersebut semakin menguatkan posisi Pantai Losari sebagai ruang publik multifungsi yang menyatukan sejarah, budaya, dan gaya hidup masyarakat urban Makassar.

Dengan perpaduan nilai historis dan wajah modern, Pantai Losari tetap menjadi denyut nadi kota, tempat di mana masyarakat Makassar merayakan kebersamaan, menikmati alam, dan menjaga identitas pesisirnya. (ayi)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: wisata Makassar wisata sejarah sulsel Pantai Losari wisata sejarah