Sebagian penafsiran menyebutkan bahwa jika ditinjau dari bahasa Jawa, kata “Losari” terdiri dari dua unsur, yakni los yang berarti area jual beli atau kios, serta ari yang bermakna selaput atau penghubung.
Tafsir ini kerap dikaitkan dengan fungsi awal kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas perdagangan masyarakat pesisir.
Daya Tarik Wisata Masa Kini
Kini, Pantai Losari tidak hanya berfungsi sebagai ruang rekreasi, tetapi juga sebagai pusat kegiatan wisata dan budaya.
Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari wisata kuliner khas Makassar, berswafoto dengan latar laut lepas, hingga mengikuti sunset sailing menggunakan kapal pinisi.
Selain itu, kawasan ini juga dilengkapi sejumlah destinasi pendukung seperti Masjid Terapung Amirul Mukminin, Makassar Art Gallery, hingga wahana rekreasi air sederhana seperti perahu bebek.
Kehadiran fasilitas tersebut semakin menguatkan posisi Pantai Losari sebagai ruang publik multifungsi yang menyatukan sejarah, budaya, dan gaya hidup masyarakat urban Makassar.
Dengan perpaduan nilai historis dan wajah modern, Pantai Losari tetap menjadi denyut nadi kota, tempat di mana masyarakat Makassar merayakan kebersamaan, menikmati alam, dan menjaga identitas pesisirnya. (ayi)

