27 C
Makassar
18 January 2026, 19:06 PM WITA

Masjid Tua Katangka, Saksi Awal Islam di Gowa yang Masih Berdiri Kokoh

SulawesiPos.com – Masjid Tua Katangka yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia yang hingga kini masih aktif digunakan untuk beribadah.

Masjid ini didirikan pada tahun 1603 oleh Sultan Alauddin dan sejak awal tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus simbol kuat budaya lokal Gowa.

Dilansir dari laman resmi Ma’had Aly Sa’iidusshidiqiyah, Masjid Tua Katangka memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Islam di Sulawesi Selatan.

Jejak Sejarah Masjid Tua Katangka

Masjid Tua Katangka dibangun pada masa awal Islam mulai berkembang di Sulawesi Selatan, tak lama setelah Sultan Alauddin Gowa memeluk agama Islam.

Pada periode tersebut, ajaran Islam diterima secara luas oleh masyarakat berkat peran ulama dan tokoh-tokoh lokal yang aktif berdakwah di wilayah Gowa.

Sultan Alauddin berperan besar dengan memfasilitasi pembangunan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas keagamaan masyarakat.

Sejak awal berdiri, masjid ini dibangun menggunakan material lokal yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

Baca Juga: 
Keindahan Tersembunyi Kepulauan Spermonde, Surga Laut di Dekat Makassar

Bangunan awal Masjid Tua Katangka berbahan dasar kayu, lalu mengalami sejumlah renovasi dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan keaslian bentuknya.

Hingga kini, masjid tersebut tetap berfungsi sebagai tempat ibadah dan menjadi salah satu situs sejarah penting di Sulawesi Selatan.

SulawesiPos.com – Masjid Tua Katangka yang berada di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Indonesia yang hingga kini masih aktif digunakan untuk beribadah.

Masjid ini didirikan pada tahun 1603 oleh Sultan Alauddin dan sejak awal tidak hanya berfungsi sebagai tempat shalat, tetapi juga menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus simbol kuat budaya lokal Gowa.

Dilansir dari laman resmi Ma’had Aly Sa’iidusshidiqiyah, Masjid Tua Katangka memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Islam di Sulawesi Selatan.

Jejak Sejarah Masjid Tua Katangka

Masjid Tua Katangka dibangun pada masa awal Islam mulai berkembang di Sulawesi Selatan, tak lama setelah Sultan Alauddin Gowa memeluk agama Islam.

Pada periode tersebut, ajaran Islam diterima secara luas oleh masyarakat berkat peran ulama dan tokoh-tokoh lokal yang aktif berdakwah di wilayah Gowa.

Sultan Alauddin berperan besar dengan memfasilitasi pembangunan masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan aktivitas keagamaan masyarakat.

Sejak awal berdiri, masjid ini dibangun menggunakan material lokal yang menyesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.

Baca Juga: 
Taman Nasional Bantimurung, Negeri Kupu-Kupu dan Karst Megah di Maros Sulsel

Bangunan awal Masjid Tua Katangka berbahan dasar kayu, lalu mengalami sejumlah renovasi dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan keaslian bentuknya.

Hingga kini, masjid tersebut tetap berfungsi sebagai tempat ibadah dan menjadi salah satu situs sejarah penting di Sulawesi Selatan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/