Mihrab tidak hanya menjadi penunjuk arah kiblat, tetapi juga pengingat tujuan spiritual bagi setiap jamaah.
Peran Masjid Tua Katangka dalam Kebangkitan Islam
Sejak abad ke-17, Masjid Tua Katangka menjadi pusat penyebaran Islam di wilayah Gowa dan sekitarnya.
Melalui aktivitas dakwah dan pendidikan yang dilakukan para ulama, masyarakat perlahan mengenal dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Hal ini menegaskan bahwa masjid berperan sebagai pusat pembelajaran, bukan sekadar tempat ibadah.
Selain fungsi keagamaan, Masjid Tua Katangka juga menjadi ruang diskusi bagi para pemimpin lokal dalam membahas persoalan sosial dan politik.
Peran ganda ini menjadikan masjid sebagai bagian penting dari dinamika kehidupan masyarakat Gowa.
Hingga kini, Masjid Tua Katangka tetap berdiri sebagai simbol sejarah, spiritualitas, dan identitas budaya Sulawesi Selatan. (tar)

