Categories: Travel

Selain Pantai Losari, Ini 7 Destinasi Sejarah Wajib Dikunjungi Saat Berlibur di Makassar

SulawesiPos.com – Makassar bukan hanya kota modern dengan kuliner dan pantai yang menarik, tetapi juga kaya akan situs sejarah yang menceritakan perjalanan panjang budaya dan politik Sulawesi Selatan.

Bagi wisatawan yang ingin merasakan sentuhan masa lalu di Makassar selain Pantai Losari, berikut tujuh destinasi sejarah yang sayang untuk dilewatkan.

  1. Benteng Fort Rotterdam

Benteng Rotterdam

Terletak di Jalan Ujung Pandang, Benteng Fort Rotterdam adalah ikon sejarah Makassar.

Dibangun pada tahun 1545 oleh Belanda di atas benteng asli Kerajaan Gowa, tempat ini kini menjadi Museum La Galigo, menyimpan artefak Bugis-Makassar, manuskrip kuno, dan benda seni tradisional.

Pengunjung bisa datang setiap hari pukul 09.00 – 18.00 WITA dan cukup membayar Rp5.000 untuk menelusuri sejarah kerajaan di tempat ini.

  1. Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu, Gowa, berjarak sekitar 20 menit dari Makassar, benteng ini merupakan peninggalan Kerajaan Gowa yang dibangun pada tahun 1525 oleh Sultan Gowa ke-9.

Dahulu berfungsi sebagai perdagangan dan pelabuhan, di mana rempah-rempah yang diperjualbelikan untuk beberapa pedagang baik dari Asia, sekitar Indonesia dan wilayah Eropa.

Saat ini, kawasan ini difungsikan sebagai pusat budaya mini atau Taman Mini Sulawesi Selatan, dengan berbagai rumah adat yang mewakili seluruh suku dan etnis di provinsi ini, masing-masing menampilkan keunikan budayanya.

  1. Makam Raja-Raja Tallo

Makam Raja-Raja Tallo. sumber: TripAdvisor

Dahulu kawasan ini berupa bukit kecil di tepi laut dan sungai, yang kini telah berkembang menjadi area permukiman warga.

Berada di di Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar dengan ketinggian sekitar 8 meter di atas permukaan laut.

Di dalam kompleks makam ini, terdapat 81 makam, baik yang masih utuh maupun yang sebagian telah mengalami kerusakan.

Kompleks ini menjadi tempat peristirahatan keluarga bangsawan dan para raja dari Kerajaan Tallo.

  1. Pelabuhan Paotere

Pelabuhan Poetere Makassar. Sumber: Explore Makassar

Pelabuhan Paotere adalah pelabuhan tertua di Indonesia.

Berdiri sejak abad ke-14, Pelabuhan Paotere merupakan pelabuhan tradisional Bugis yang masih beroperasi hingga kini.

Kawasan ini dipenuhi kapal berwarna-warni dan dihuni warga lokal yang ramah.

Pengunjung bisa menaiki kapal untuk menikmati pemandangan pantai dari atas air, sementara pasar ikan terdekat menawarkan berbagai jenis ikan segar, menambah daya tarik pengalaman berkunjung.

Pelabuhan ini menjadi lokasi yang tepat untuk menyaksikan senja di Makassar.

  1. Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar. Sumber: museum.co.id

Museum Kota Makassar menempati gedung bersejarah yang dibangun pada tahun 1916 pada masa Hindia Belanda, yang dulunya berfungsi sebagai kantor Wali Kota Makassar.

Koleksi berupa foto, dokumen, dan artefak kota membuat pengunjung lebih memahami dinamika sejarah lokal.

Museum ini diresmikan pada 7 Juni 2000 dengan tujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai identitas dan sejarah Kota Makassar, sekaligus menampilkan kekayaan budaya penduduknya yang pluralistik.

  1. Monumen Mandala

Monumen Mandala

Terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Monumen Mandala.

Monumen Mandala berdiri sebagai simbol perlawanan rakyat Sulawesi Selatan terhadap upaya Nederlandsche Indische Civil Administratie (NICA) yang menggunakan tentara Sekutu untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.

Monumen ini juga menjadi bukti perjuangan rakyat Indonesia bagian timur dalam mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia sebagai bagian dari negara kesatuan.

Kini, Monumen Mandala juga menjadi destinasi wisata bersejarah penting di Kota Makassar.

  1. Pulau Lakkang

Pulau Lakkang. Sumber: Explore Makassar

Pulau Lakkang merupakan pulau kecil seluas sekitar 300 hektar yang terletak di delta Sungai Tallo dan Sungai Pampang, secara administratif terbagi antara Kelurahan Lakkang di Kecamatan Tallo dan Kelurahan Pampang di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pulau ini dikelilingi tiga sungai, yakni Sungai Tallo, Sungai Pampang, dan Sungai di sekitar Universitas Hasanuddin (Unhas).

Menurut ahli geologi, Pulau Lakkang terbentuk dari proses sedimentasi sungai selama ratusan tahun.

Kini, pulau yang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata ini menawarkan vegetasi yang beragam dan suasana unik di tengah pusat Kota Makassar

Makassar memang menawarkan pengalaman wisata yang lengkap: dari kuliner, pantai, hingga jejak sejarah yang kaya dan beragam.

Mengunjungi ketujuh destinasi ini memungkinkan wisatawan memahami perjalanan Makassar dari masa Kerajaan Gowa-Tallo, era kolonial, hingga kota modern saat ini.

Jadi, jika sedang merencanakan perjalanan ke Sulawesi Selatan, jangan lewatkan kesempatan untuk menelusuri sejarah kota ini, karena setiap sudutnya menyimpan cerita yang menarik dan penuh makna. (ayi)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: Benteng Rotterdam Benteng Somba Opu pelabuhan poetere Pulau Lakkang wisata Makassar