Categories: Travel

Destinasi Wisata Sejarah di Sulsel: Rotterdam hingga Leang-leang, Wajib Dikunjungi!

SulawesiPos.com – Wisata di Sulsel menawarkan kekayaan sejarah yang membentang dari masa prasejarah hingga era kerajaan dan kolonial, menjadikannya destinasi ideal bagi pencinta wisata budaya dan edukasi.

Melalui wisata di Sulsel, pengunjung dapat menelusuri jejak peradaban kuno, pusat pemerintahan kerajaan, hingga bangunan bersejarah yang masih terawat hingga kini.

Keberagaman situs sejarah dalam wisata di Sulsel tidak hanya menyajikan panorama visual, tetapi juga narasi panjang tentang identitas dan perjalanan masyarakat Sulawesi Selatan.

Dengan mengunjungi berbagai destinasi wisata di Sulsel, wisatawan diajak memahami warisan budaya yang membentuk karakter daerah ini dari masa ke masa.

Berikut daftar wisata sejarah di Sulsel yang dilansir dari RRI dan berbagai sumber lainnya:

1. Benteng Fort Rotterdam di Makassar

Benteng Fort Rotterdam di Makassar dikenal sebagai salah satu ikon wisata sejarah paling populer di Sulawesi Selatan yang berada satu kompleks dengan Museum La Galigo.

Benteng ini dibangun kembali oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada periode 1673–1679 dan difungsikan sebagai pusat pemerintahan kolonial di kawasan timur Nusantara.

Di dalam kompleks Fort Rotterdam terdapat Museum La Galigo yang menyimpan lebih dari 5.000 koleksi sejarah dan budaya Sulawesi Selatan sebagaimana dicatat Hayati (2019).

Saat ini, kawasan Fort Rotterdam berkembang sebagai pusat kebudayaan, ruang seni, sekaligus destinasi wisata edukatif yang wajib dikunjungi di Makassar.

2. Taman Prasejarah Leang-leang di Maros

Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros menyuguhkan lukisan cap tangan purba yang berpadu dengan panorama alam karst yang khas dan memukau.

Ery Prasetyo (2018) dalam Kajian Bahasa dan Pariwisata menjelaskan bahwa Goa Leang-Leang merupakan situs prasejarah yang merekam jejak peradaban manusia purba di masa lampau.

Lukisan dinding prasejarah serta berbagai artefak yang ditemukan di kawasan ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menelusuri sejarah ribuan tahun lalu.

3. Masjid Tua Katangka di Gowa

Masjid Tua Katangka di Kabupaten Gowa tercatat sebagai salah satu masjid tertua di Sulawesi Selatan dan menjadi landmark penting dalam sejarah masuknya Islam di wilayah ini.

Masjid yang dibangun pada tahun 1603 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dirancang sebagai benteng pertahanan dengan dinding setebal sekitar 120 sentimeter.

Masih dalam konteks wisata religi dan arsitektur bersejarah, Masjid Tua Palopo yang dibangun sekitar tahun 1604 juga mempertahankan gaya arsitektur tradisional lokal hingga kini.

4. Benteng Somba Opu di Gowa

Benteng Somba Opu merupakan bekas pusat pemerintahan sekaligus bandar niaga Kerajaan Gowa yang memiliki peran strategis pada masa kejayaan kerajaan tersebut.

Akbar dan Subair (2024) dalam jurnal Raden Intan menyebutkan bahwa Somba Opu tumbuh sebagai kota pelabuhan kosmopolitan dunia pada abad XVI–XVII.

Situs ini menjadi saksi penting aktivitas perdagangan internasional Sulawesi Selatan pada masa lalu dan kini berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

5. Desa Kete’ Kesu’ di Toraja Utara

Desa Kete’ Kesu’ di Toraja Utara menampilkan deretan tongkonan, lumbung padi, serta kompleks makam tebing yang masih terjaga keasliannya.

Rumengan (2022) menyatakan bahwa Kete’ Kesu’ merupakan cagar budaya penting dalam upaya pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Toraja.

Tidak jauh dari kawasan ini, terdapat situs megalitik Bori’ Parinding dengan jajaran menhir yang berdiri kokoh dan telah diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO.

6. Museum Kota Makassar

Museum Kota Makassar menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menyimpan berbagai peninggalan penting tentang perjalanan Kota Makassar.

Museum ini berlokasi di Jalan Balai Kota No. 11 A, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, dan mulai dibuka untuk umum pada 7 Juni 2000.

Museum Kota Makassar menyajikan informasi mengenai identitas kota, sejarah, serta budaya masyarakat Makassar dari masa ke masa.

Pendirian museum ini berawal dari gagasan H.B. Amiruddin Maula saat menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Bangunan museum merupakan cagar budaya yang dibangun pada tahun 1916 dengan gaya arsitektur art deco oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Koleksi yang dipamerkan meliputi benda arkeologi, historika, keramologika, dan numismatika yang merekam perjalanan sejarah kota. (tar)

Admin

Share
Published by
Admin
Tags: wisata di sulsel wisata sejarah sulsel wisata sulsel