27 C
Makassar
18 January 2026, 19:12 PM WITA

Destinasi Wisata Sejarah di Sulsel: Rotterdam hingga Leang-leang, Wajib Dikunjungi!

Masjid yang dibangun pada tahun 1603 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dirancang sebagai benteng pertahanan dengan dinding setebal sekitar 120 sentimeter.

Masih dalam konteks wisata religi dan arsitektur bersejarah, Masjid Tua Palopo yang dibangun sekitar tahun 1604 juga mempertahankan gaya arsitektur tradisional lokal hingga kini.

4. Benteng Somba Opu di Gowa

Benteng Somba Opu merupakan bekas pusat pemerintahan sekaligus bandar niaga Kerajaan Gowa yang memiliki peran strategis pada masa kejayaan kerajaan tersebut.

Akbar dan Subair (2024) dalam jurnal Raden Intan menyebutkan bahwa Somba Opu tumbuh sebagai kota pelabuhan kosmopolitan dunia pada abad XVI–XVII.

Situs ini menjadi saksi penting aktivitas perdagangan internasional Sulawesi Selatan pada masa lalu dan kini berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

5. Desa Kete’ Kesu’ di Toraja Utara

Desa Kete’ Kesu’ di Toraja Utara menampilkan deretan tongkonan, lumbung padi, serta kompleks makam tebing yang masih terjaga keasliannya.

Rumengan (2022) menyatakan bahwa Kete’ Kesu’ merupakan cagar budaya penting dalam upaya pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Toraja.

Baca Juga: 
Rekomendasi Pulau Indah Dari Makassar yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan Kamu

Masjid yang dibangun pada tahun 1603 tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga dirancang sebagai benteng pertahanan dengan dinding setebal sekitar 120 sentimeter.

Masih dalam konteks wisata religi dan arsitektur bersejarah, Masjid Tua Palopo yang dibangun sekitar tahun 1604 juga mempertahankan gaya arsitektur tradisional lokal hingga kini.

4. Benteng Somba Opu di Gowa

Benteng Somba Opu merupakan bekas pusat pemerintahan sekaligus bandar niaga Kerajaan Gowa yang memiliki peran strategis pada masa kejayaan kerajaan tersebut.

Akbar dan Subair (2024) dalam jurnal Raden Intan menyebutkan bahwa Somba Opu tumbuh sebagai kota pelabuhan kosmopolitan dunia pada abad XVI–XVII.

Situs ini menjadi saksi penting aktivitas perdagangan internasional Sulawesi Selatan pada masa lalu dan kini berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

5. Desa Kete’ Kesu’ di Toraja Utara

Desa Kete’ Kesu’ di Toraja Utara menampilkan deretan tongkonan, lumbung padi, serta kompleks makam tebing yang masih terjaga keasliannya.

Rumengan (2022) menyatakan bahwa Kete’ Kesu’ merupakan cagar budaya penting dalam upaya pelestarian tradisi dan identitas masyarakat Toraja.

Baca Juga: 
Wisata Pantai Bosowa, Ada 5 Wahana Air Seru untuk Liburan Akhir Pekan

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/