KNKT mengonfirmasi pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros menabrak lereng Gunung Bulusaraung dan dikategorikan sebagai Controlled Flight Into Terrain (CFIT).
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menemui keluarga penumpang pesawat ATR 42-500 yang masih dalam proses pencarian, sebagai bentuk empati dan komitmen pemerintah mendampingi keluarga.
RS Bhayangkara Makassar menjadi pusat identifikasi korban pesawat ATR 42-500. Tim DVI Polri dan Biddokkes dikerahkan untuk mempercepat kepastian identitas korban.
Tim SAR gabungan menemukan badan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, namun evakuasi korban terkendala cuaca buruk dan medan ekstrem; operasi melibatkan 1.200 personel Basarnas, TNI, Polri, AirNav, Paskhas, dan masyarakat.
Pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan. Pemprov Sulsel mengerahkan tim udara dan darat untuk mendukung operasi pencarian di kawasan pegunungan karst.
Rumah duka Ferry Irawan di Bekasi dipadati kerabat dan tetangga. Wakil Menteri KKP menegaskan Ferry merupakan analis kapal pengawas KKP yang menjadi penumpang pesawat ATR 42-500.
Mori Hanafi imbau publik tidak berspekulasi terkait hilangnya pesawat ATR 42-500 Yogyakarta–Makassar; puing-puing pesawat telah ditemukan di Puncak Bulusaraung, sementara tim SAR gabungan masih fokus mencari korban.
Pesawat ATR 42-500 IAT dengan 10 orang hilang kontak saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar; tim SAR Basarnas dan TNI AU masih melakukan pencarian, sementara harapan seluruh kru dan penumpang ditemukan selamat terus dijaga.