Siswa mengaku interaksi sosial meningkat tanpa gawai di sekolah. Meski lebih aktif berkomunikasi, sebagian masih merasa bosan dan kesulitan mencari jawaban.
Dosen Unhas menilai pembatasan gawai di sekolah tidak melanggar hak anak selama sesuai aturan. Kebijakan ini juga dinilai efektif meningkatkan pembelajaran dan mencegah cyberbullying.
Kebijakan pembatasan gawai di sekolah dinilai sah secara hukum. Namun, sekolah tidak boleh melanggar privasi siswa dan harus mengikuti batasan tertentu.
Kebijakan pembatasan gawai di SMAN 11 Makassar menuai pro dan kontra. Siswa menilai aturan ini tingkatkan fokus belajar, namun juga kendala akses informasi.
Pembatasan gawai di SMAN 11 Makassar membuat siswa lebih mandiri dalam membaca dan memahami materi. Literasi meningkat, ketergantungan pada HP berkurang.
SMAN 11 Makassar lakukan sosialisasi pembatasan gawai melalui pertemuan siswa dan orang tua. Kebijakan ini mendapat dukungan penuh dan kini mulai diterima siswa.
SMAN 11 Makassar menerapkan sistem pengumpulan gawai selama jam belajar. Kebijakan ini membuat siswa lebih fokus, meningkatkan literasi, dan mengurangi distraksi.
SMAN 11 Makassar menerapkan pembatasan penggunaan gawai selama jam belajar sesuai instruksi Disdik Sulsel. Kebijakan ini terbukti meningkatkan fokus dan literasi siswa.
Disdik Sulsel menegaskan penggunaan gawai di sekolah tidak dilarang. Siswa tetap boleh menggunakan ponsel untuk pembelajaran digital dan kondisi darurat.