Bamsoet menilai tekanan politik dan kebijakan ekonomi ikut memengaruhi kepercayaan investor setelah IHSG anjlok 16 persen, sementara pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas dan independensi bursa.
MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih rawan koreksi meski berpeluang menguat terbatas. Tekanan jual dinilai masih mendominasi, dengan area koreksi di kisaran 8.708–8.790.
IHSG turun 1 persen ke level 8.901,89 pada awal perdagangan Jumat (23/1/2026) meski nilai transaksi mencapai Rp3,29 triliun, dipengaruhi sentimen global dan tekanan saham besar.