Megawati Soekarnoputri menegaskan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan merupakan syarat negara yang adil dan berkelanjutan, saat menerima gelar doktor kehormatan di Princess Nourah University.
Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali memperoleh pengakuan internasional dengan menerima gelar Doktor Honoris Causa (HC) dari Princess Nourah bint Abdulrahman University (PNU).
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri tiba di Riyadh, Arab Saudi, untuk menghadiri penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University, menambah daftar penghargaan akademik internasional yang pernah diraihnya.
Peluncuran Fatmawati Trophy 2026 tak hanya menjadi ajang kreatif nasional, tetapi juga momentum ideologis bagi PDIP untuk menghidupkan kembali keteladanan perjuangan Fatmawati Soekarno.
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, merayakan ulang tahun ke-79 di Istana Batu Tulis, Bogor, Jumat (23/1/2026).
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara resmi menetapkan posisi politik partainya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Ancol, Jakarta, Senin (12/01/2026).
Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan (DPP PDIP) melalui Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) secara resmi meluncurkan buku berjudul Spirit Kemanusiaan: Manajemen Risiko Bencana ala Megawati Soekarnoputri.
Di sela-sela perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Ancol, Ketua Umum Megawati Soekarnoputri menunjukkan perhatian mendalam terhadap kondisi masyarakat Aceh yang tengah berjuang pulih dari bencana banjir dan longsor.
Di tengah padatnya agenda konsolidasi partai, momen personal antara Ketua Umum Megawati Soekarnoputri bersama kedua putra-putrinya, M. Prananda Prabowo dan Puan Maharani, menjadi sorotan utama ribuan kader yang memadati lokasi.
Megawati secara khusus menyoroti pergeseran nilai politik saat ini dan mendesak para kadernya untuk mengembalikan politik sebagai alat pengabdian yang berbasis pada kelestarian budaya dan ekologi.