Polda Sulsel mengawal proses pemulangan dan pemakaman korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Co-Pilot Muhammad Farhan Gunawan dimakamkan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Polda Sulsel memastikan seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga korban.
PT Indonesia Air Transport memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, menerima hak asuransi meski nominal santunan tidak diungkapkan.
Basarnas Makassar mengonfirmasi sembilan dari 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, telah ditemukan. Pencarian satu korban lainnya masih berlanjut.
Korban ketiga pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan di jurang terjal Gunung Bulusaraung pada hari kelima pencarian. Proses evakuasi akan dilakukan melalui darat menuju Rompegading dan dilanjutkan via helikopter ke Maros, didukung modifikasi cuaca ole
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari jurang sedalam 200 meter di pegunungan Maros–Pangkep menggunakan helikopter Basarnas dan membawanya ke RS Bhayangkara Makassar.
Jenazah korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di Gunung Bulusaraung tiba di RS Bhayangkara Makassar, Rabu pagi, dan langsung menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel.
Jenazah korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung tiba di RS Bhayangkara Makassar pada Selasa malam dan langsung menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel.
Tim SAR gabungan menemukan jenazah seorang pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di jurang Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, dalam kondisi masih utuh dan tengah dievakuasi ke jalur utama SAR.