Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menilai tren penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di awal tahun 2026 merupakan sinyal positif bagi perekonomian nasional.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa yang sangat impresif di awal perdagangan dengan menembus level psikologis baru di angka 9.000, Kamis (08/01/2026)
Pasar modal Indonesia kembali menguat hingga mencapai All Time High (ATH) pada perdagangan Selasa (6/1/2026).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 74,42 poin atau melonjak 0,84% ke level 8.933,61.
IHSG mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin (5/1/2026). Lonjakan indeks didorong saham energi dan komoditas dengan nilai transaksi mencapai Rp30,32 triliun.
IHSG diproyeksikan menguat di awal pekan, 5 Januari 2026. Analis merekomendasikan 4 saham pilihan yakni ARCI, EMAS, CMRY, dan GOTO untuk dicermati investor.
Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari pertama di 2026 ditutup dengan poin 8.748,13, yang berarti menguat 101,1 poin atau 1,17 persen dibandingkan dengan penutupan bursa hari terakhir perdagangan tahun 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 29,79 poin ke 8.676,74 pada Jumat, (2/1/2026). Sentimen positif awal tahun dan data ekonomi domestik mendukung pergerakan IHSG.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan IHSG berpeluang menembus level 10.000 pada 2026, didukung fondasi ekonomi nasional yang kian solid dan sentimen pasar yang positif.