Nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah tajam akibat kebijakan tarif dan ketidakpastian global. Akademisi Universitas Hasanuddin menilai kondisi ini membuka peluang strategis bagi Indonesia dan negara berkembang.
Nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko melemah ke Rp16.950 per dolar AS pada Jumat (23/1/2026), dipengaruhi sentimen global terkait Greenland dan kebijakan Bank Indonesia.
Nilai tukar rupiah ditutup di level terlemah sepanjang sejarah pada 13 Januari 2026 di Rp16.877 per dolar AS. HSBC memproyeksikan rupiah berpotensi melemah hingga Rp17.000.