Thomas Djiwandono resmi terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia usai lolos uji kelayakan di Komisi XI DPR RI. LHKPN mencatat total kekayaannya mencapai Rp74,49 miliar tanpa utang.
Komisi XI DPR RI menyepakati Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menggantikan Juda Agung. Thomas memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi, keuangan, dan politik dengan pengalaman profesional lintas sektor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak ada ruang intervensi pemerintah terhadap kebijakan moneter Bank Indonesia meski Thomas Djiwandono, yang berlatar belakang fiskal, terpilih sebagai Deputi Gubernur BI.
Thomas Djiwandono menegaskan komitmennya menjaga independensi Bank Indonesia meski berlatar belakang politik. Ia memastikan telah mundur dari Partai Gerindra sebelum terpilih sebagai Deputi Gubernur BI.
Komisi XI DPR RI melalui rapat internal menyepakati Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
etua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa munculnya nama Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan merupakan inisiatif atau usulan dari Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun membantah dengan tegas tudingan adanya intervensi Presiden Prabowo Subianto dalam penunjukan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya memberikan klarifikasi terkait pertemuan tertutupnya dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung, di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (20/1/2026).