Pakar Ekonomi Pertanian UI Ninasapti Triaswati menilai inflasi pangan selama Ramadan 2026 terkendali di angka 0,68 persen. Namun, penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga minyak dunia berpotensi memicu tekanan logistik pangan.
BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Februari 2026 naik menjadi 125,45 atau meningkat 1,50 persen dibanding Januari. Kenaikan dipicu naiknya harga cabai, sawit, karet, dan bawang merah.
BPS memproyeksikan produksi beras nasional periode Januari–Maret 2026 meningkat 15,79 persen. Luas panen, produksi gabah, dan produktivitas padi nasional menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
BPS Sulawesi Selatan mencatat inflasi sepanjang 2025 sebesar 2,84 persen, lebih rendah dari angka nasional. Kenaikan harga dipicu kelompok perawatan pribadi dan makanan-minuman.