Hujan deras yang tak kunjung reda mengubah aktivitas warga di sejumlah wilayah Kota Makassar. Laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 27 Februari 2026 pukul 21.30 WITA mencatat 1.139 jiwa mengungsi.
Banjir di Makassar tak kunjung surut, jumlah pengungsi meningkat menjadi 878 jiwa dari 239 KK yang tersebar di 15 titik pengungsian. BPBD Makassar terus melakukan evakuasi dan pemantauan tinggi muka air.
Nelayan bernama Hery (53) dilaporkan hilang saat melaut di perairan Makassar, Sulsel. Tim SAR menyisir sekitar Pelabuhan Pelindo di tengah cuaca ekstrem.
Seorang nelayan di Makassar ditemukan tewas setelah terseret arus laut saat memasang jaring ikan di Pantai Bosowa. Proses pencarian terkendala cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem diprediksi kembali mengancam Makassar tiga hari ke depan. BMKG menetapkan status siaga dan waspada, BPBD mengimbau warga lakukan langkah antisipasi dampak hujan lebat dan angin kencang.
Angin kencang disertai hujan deras melanda Makassar, menyebabkan 19 rumah warga rusak, kendaraan tertimpa pohon, dan seorang pedagang buah mengalami luka. BPBD bergerak cepat lakukan penanganan.
Tragedi di Biringkanaya, Makassar, bocah 10 tahun meninggal dunia setelah jatuh dan terseret arus gorong-gorong saat mencari kepiting bersama teman-temannya.
Warga di sejumlah wilayah Kota Makassar memilih mengungsi lebih awal meski genangan banjir masih tergolong rendah, sebagai langkah antisipasi dampak hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Hujan deras memicu banjir di sejumlah wilayah Makassar. BPBD menetapkan status siaga dan membuka tiga titik pengungsian di Katimbang, sementara genangan juga terjadi di Antang.
Pencarian pria hilang di Waduk Nipa-Nipa, Makassar, terus dilakukan oleh tim gabungan BPBD, Basarnas, Damkar, dan relawan SAR, namun hingga kini korban belum ditemukan.