Sejumlah tokoh, akademisi, dan elemen masyarakat sipil menggelar Doa untuk Bangsa dan Dunia di Bandung. Forum ini menyoroti konflik global, tragedi kemanusiaan, serta keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace.
Indonesia menghentikan sementara pembahasan Board of Peace usulan Donald Trump setelah meningkatnya ketegangan Iran–Israel–AS. Konflik Timur Tengah dinilai mengubah arah diplomasi global.
Muhaimin Iskandar menegaskan diplomasi dan kerja sama internasional Indonesia di tengah konflik global dilakukan demi menjaga kepentingan nasional dan stabilitas ekonomi.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah meninjau ulang keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace bentukan Donald Trump. Ia menilai langkah tersebut berisiko terhadap prinsip bebas aktif, solidaritas Palestina, dan beban fiskal.
MUI mendesak Indonesia keluar dari Board of Peace menyusul serangan Israel-AS ke Iran, menilai forum tersebut tidak efektif mewujudkan perdamaian Palestina.
MUI mengutuk serangan Israel-AS ke Iran, menyampaikan duka atas gugurnya Ali Khamenei, dan mendesak Indonesia mencabut keanggotaan dari Board of Peace.
TB Hasanuddin menilai serangan Israel ke Iran berpotensi menggagalkan upaya perdamaian Gaza, memicu krisis energi global, dan mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas.
Kemlu menegaskan Indonesia menjadi anggota tetap Board of Peace tanpa membayar iuran, dengan fokus kontribusi pengiriman 8.000 personel ke misi stabilisasi Gaza.
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, mengkritik langkah pemerintah yang memutuskan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) tanpa komunikasi dan persetujuan DPR.
Dua lulusan magister cum laude menggugat syarat akreditasi program studi ke Mahkamah Konstitusi karena dinilai menghambat akses studi doktoral dan peluang kerja.