Jeda pergerakan pasar saham bukan berarti waktu terbuang. Ada berbagai aktivitas produktif yang bisa dilakukan investor, mulai dari evaluasi portofolio hingga memperdalam literasi pasar modal.
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
OJK dan BEI menyampaikan hasil pertemuan dengan tim analis MSCI, membahas perluasan disclosure saham, detailisasi profil investor, dan rencana peningkatan free float untuk meningkatkan transparansi pasar saham Indonesia.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,57% pada penutupan sesi I perdagangan Selasa (3/2/2026), didorong sentimen positif pasar usai pertemuan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan MSCI.
Bursa Efek Indonesia bersama OJK akan berdiskusi daring dengan MSCI untuk memulihkan kepercayaan investor global, menekankan stabilitas pasar, pendalaman investasi, dan transparansi kepemilikan saham.
CEO Danantara Rosan Roeslani menyebut rencana Danantara menjadi pemegang saham BEI merupakan praktik lazim di banyak negara, guna memisahkan peran anggota bursa dan kepemilikan demi tata kelola yang lebih transparan.
OJK bersama BEI, KPEI, dan KSEI menyiapkan delapan rencana aksi reformasi pasar modal, termasuk menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen secara bertahap.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyoroti gejolak pasar modal dan polemik free float saham yang dinilai masih meragukan investor global, sekaligus mendorong perbaikan tata kelola Bursa Efek Indonesia.
Pemerintah menegaskan tidak akan mentoleransi praktik saham gorengan dan manipulasi pasar usai gejolak OJK-BEI, demi memulihkan kepercayaan investor dan menjaga reputasi Indonesia di mata global.