Hujan deras yang tak kunjung reda mengubah aktivitas warga di sejumlah wilayah Kota Makassar. Laporan terkini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar per 27 Februari 2026 pukul 21.30 WITA mencatat 1.139 jiwa mengungsi.
Banjir di Makassar tak kunjung surut, jumlah pengungsi meningkat menjadi 878 jiwa dari 239 KK yang tersebar di 15 titik pengungsian. BPBD Makassar terus melakukan evakuasi dan pemantauan tinggi muka air.
Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Tim Tagana turun langsung membantu korban banjir di Makassar, mendirikan tenda pengungsian, menyalurkan logistik, dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Makassar untuk penanganan darurat.
Hujan deras memicu banjir di Makassar, 545 warga terpaksa mengungsi. Dampak cuaca ekstrem juga membuat siswa PAUD hingga SMP menjalani pembelajaran daring.
Banjir melanda Makassar setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari. Tiga titik terendam dengan ketinggian air mencapai 1 meter, warga terdampak aktivitas.
Warga Timbuseng Barombong Makassar membangun drainase secara swadaya karena merasa diabaikan pemerintah, sementara pengaduan lewat aplikasi Lontara dinilai belum efektif.
Meski banjir di Makassar mulai surut, puluhan keluarga masih bertahan di pengungsian karena rumah belum layak dihuni akibat kerusakan sanitasi pascabanjir.
Cuaca ekstrem masih melanda Makassar, namun dampak banjir tahunan tercatat menurun. Pemkot menyebut jumlah pengungsi dan posko berkurang dibanding tahun sebelumnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meninjau lokasi pengungsian banjir di Biringkanaya dan memastikan kebutuhan dasar serta layanan kesehatan warga terdampak terpenuhi.