BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian di Sulawesi Selatan pada (18–20/1/2026). Sejumlah wilayah berpotensi diguyur hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang, masyarakat diimbau waspada banjir dan longsor.
BMKG Makassar peringatkan potensi hujan lebat hingga 500 mm dan gelombang laut 2–2,5 meter hingga Februari 2026. Warga diimbau waspada banjir, genangan, dan risiko laut.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca tiga harian di Sulawesi Selatan pada 13–15 Januari 2026 dengan potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta risiko banjir di sejumlah wilayah.
Warga Katimbang, Makassar, mengungsi lebih awal meski genangan banjir masih rendah. BPBD Makassar siagakan personel 24 jam untuk antisipasi banjir susulan.
Usulan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar warga memanfaatkan gelondongan kayu sisa banjir bandang mendapat sambutan positif dari parlemen.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana guna menangani pemulihan di tiga provinsi terdampak di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Aceh melakukan langkah progresif untuk memastikan hak pendidikan siswa tetap terpenuhi pascabencana hidrometeorologi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca berisiko di Sulawesi Selatan pada 5–7 Januari 2026. Sejumlah daerah seperti Luwu Utara, Tana Toraja, dan Toraja Utara berpotensi mengalami banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat.
BMKG memprakirakan cuaca Sulawesi Selatan pada Sabtu (3/1/2026) didominasi berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di sejumlah daerah. Waspada risiko banjir dan tanah longsor di Toraja Utara.
BMKG merilis praperkiraan cuaca Sulawesi Selatan Jumat, (2/1/2026). Cuaca diprakirakan berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang serta peringatan dini banjir dan longsor di sejumlah wilayah.