Aurelie Moeremans menegaskan buku Broken Strings tidak ditulis untuk mengungkap sosok nyata. Ia meminta publik menghentikan spekulasi dan perundungan terhadap karakter dalam ceritanya.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk memperkuat unit sibernya guna menekan maraknya kasus child grooming atau manipulasi seksual terhadap anak di media sosial.
Kak Seto memberikan klarifikasi setelah disebut abai menangani kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans. Isu ini kembali disorot usai terbitnya tulisan Broken Strings.
Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengangkat isu mengenai praktik child grooming dalam rapat kerja bersama Komnas Perempuan, Kamis (15/1/2026).
Aurelie Moeremans berbagi kisah pilu remajanya melalui buku Broken Strings, sementara Roby Tremonti menyoroti risiko hukum terkait penggunaan tokoh fiktif yang identitasnya bisa dikenali publik.
Aktris sekaligus penulis Aurelie Moeremans mengambil langkah berani dengan membuka akses gratis untuk novel terbarunya berjudul Broken Strings versi Bahasa Indonesia.