Tim SAR gabungan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Maros–Pangkep, ditemukan pada hari ketujuh operasi pencarian yang diwarnai suasana haru.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 dari jurang sedalam 200 meter di pegunungan Maros–Pangkep menggunakan helikopter Basarnas dan membawanya ke RS Bhayangkara Makassar.
Jenazah korban pertama kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang ditemukan di Gunung Bulusaraung tiba di RS Bhayangkara Makassar, Rabu pagi, dan langsung menjalani proses identifikasi oleh tim DVI Polda Sulsel.
Tim SAR gabungan terus mengupayakan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Pangkep, dengan metode estafet darat akibat cuaca buruk dan medan ekstrem.
Tim SAR gabungan menemukan korban kedua kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lereng Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, Senin (19/1/2026). Evakuasi masih berlangsung meski medan ekstrem dan cuaca berubah-ubah.
Evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan, ditunda akibat jurang sedalam 200 meter dan kabut tebal yang membatasi jarak pandang tim SAR.
Tim SAR gabungan menemukan puing pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar di Puncak Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan. Penemuan dilakukan secara bertahap dengan medan pencarian yang curam dan terjal.
Sebuah pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Tim SAR dan kepolisian segera melakukan pencarian di wilayah Leang-leang, Maros.