Aksi Aliansi Wija To Luwu berlanjut dengan penutupan sejumlah jalan utama di wilayah Luwu dan sekitarnya. Massa mendesak pemerintah pusat segera merealisasikan pemekaran Provinsi Luwu Raya.
Aksi demonstrasi menuntut pemekaran Luwu Raya diwarnai pengecoran jalan dan penebangan pohon di sejumlah titik, menyebabkan akses transportasi terputus dan lalu lintas lumpuh total.
Aksi demonstrasi menuntut pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan pembentukan Provinsi Luwu Raya memuncak pada Jumat, 23 Januari 2026, dengan penutupan jalan di Palopo, Luwu, dan wilayah sekitarnya.