Melegenda di Bone! Kakek Hampir Seabad dari Bontocani Ungkap Kisah Bolong Sanrego

SulawesiPos.com – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan hasil buminya, tetapi juga menyimpan beragam tanaman yang telah lama dikenal dalam tradisi masyarakat setempat.

Salah satunya adalah Sanrego, tumbuhan yang namanya melegenda dan dipercaya memiliki khasiat tertentu, khususnya bagi kaum pria.

Di balik popularitas tanaman ini, tersimpan cerita turun-temurun yang masih hidup di tengah masyarakat. Salah satu warga yang memiliki pengetahuan tentang Sanrego adalah Abd Karim, warga Bontocani, Kabupaten Bone.

Kakek yang usianya telah mendekati satu abad ini menceritakan pengetahuannya mengenai Bolong Sanrego, tanaman yang sejak lama menjadi bagian dari cerita masyarakat setempat.

Bagi sebagian warga, Sanrego bukan sekadar tumbuhan liar yang tumbuh di kawasan hutan dan berbatu. Tanaman ini memiliki nilai tersendiri karena dikaitkan dengan pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan alam.

Kisah Sanrego yang Bertahan Lintas Generasi

Sanrego dikenal dengan nama ilmiah Lunasia amara. Tumbuhan ini dilaporkan tumbuh di sejumlah kawasan tertentu dan dikenal dalam pengobatan tradisional masyarakat.

BACA JUGA:  Dari Pengantar Es Lilin Hingga Jadi Bos Travel, Kisah Inspiratif H Faisal Ibrahim Cucu Ulama Haji Ahmad Surur

Di Kabupaten Bone, nama Sanrego telah lama dikaitkan dengan Desa Sanrego, Kecamatan Kahu. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu tempat yang menjadi asal penyebutan tanaman ini di kalangan masyarakat.

Untuk menemukannya, seseorang tidak selalu dapat dengan mudah mencarinya di sekitar permukiman. Tanaman yang tumbuh di kawasan tertentu itu membutuhkan pengetahuan untuk mengenali bentuk dan habitatnya.

Cerita mengenai Sanrego juga berkembang melalui pengalaman masyarakat dari generasi ke generasi. Bahkan, terdapat kisah turun-temurun tentang seekor kuda jantan yang konon memakan daun tanaman tersebut dan kemudian menunjukkan perilaku yang dianggap berbeda.

“Kuda jantan itu sering memakan Daun Sanrego. Namun, setiap habis makan daunnya, semua kuda betina mampu dilayaninya tanpa henti,” kisah kakek ini kepada penulis di salah satu hajatan pesta perkawinan, Rabu (14/10/2026).

Dalam pemanfaatan tradisional, bagian tanaman Sanrego, seperti akar, ranting, dan daun, disebut-sebut digunakan oleh sebagian masyarakat. Tanaman ini juga kerap dikaitkan dengan kepercayaan mengenai peningkatan vitalitas pria.

BACA JUGA:  Dari Teras Rumah ke Timnas Senior: Perjalanan Luar Biasa Dony Tri Pamungkas

Cara menggunakan kayu ini juga tergolong sangat mudah, yakni hanya direndam minimal 15 menit ke dalam air hangat atau air putih, baik daun, ranting serta akarnya berfungsi sama. Namun, warga percaya bahwa yang paling efektif dari tumbuhan ini adalah bagian akarnya.

“Akarnya itu yang paling bagus dan bisa digunakan beberapa kali. Manfaat kayu Sanrego ini dipercaya mampu menandingi obat kuat lainnya,” tambah warga lainnya, H Maddo.

Bolong Sanrego disebut sebagai tanaman yang dicari karena reputasinya dalam pengobatan tradisional.

Kisah Bolong Sanrego memperlihatkan bahwa Kabupaten Bone memiliki kekayaan pengetahuan tradisional yang menarik untuk didokumentasikan. (kar)

SulawesiPos.com – Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tidak hanya dikenal dengan kekayaan budaya dan hasil buminya, tetapi juga menyimpan beragam tanaman yang telah lama dikenal dalam tradisi masyarakat setempat.

Salah satunya adalah Sanrego, tumbuhan yang namanya melegenda dan dipercaya memiliki khasiat tertentu, khususnya bagi kaum pria.

Di balik popularitas tanaman ini, tersimpan cerita turun-temurun yang masih hidup di tengah masyarakat. Salah satu warga yang memiliki pengetahuan tentang Sanrego adalah Abd Karim, warga Bontocani, Kabupaten Bone.

Kakek yang usianya telah mendekati satu abad ini menceritakan pengetahuannya mengenai Bolong Sanrego, tanaman yang sejak lama menjadi bagian dari cerita masyarakat setempat.

Bagi sebagian warga, Sanrego bukan sekadar tumbuhan liar yang tumbuh di kawasan hutan dan berbatu. Tanaman ini memiliki nilai tersendiri karena dikaitkan dengan pengetahuan tradisional tentang pemanfaatan tumbuhan alam.

Kisah Sanrego yang Bertahan Lintas Generasi

Sanrego dikenal dengan nama ilmiah Lunasia amara. Tumbuhan ini dilaporkan tumbuh di sejumlah kawasan tertentu dan dikenal dalam pengobatan tradisional masyarakat.

BACA JUGA:  Hebat! Siswa Asal Pinrang Raih Penghargaan Berkat Temukan Celah Keamanan Sistem NASA

Di Kabupaten Bone, nama Sanrego telah lama dikaitkan dengan Desa Sanrego, Kecamatan Kahu. Kawasan tersebut dikenal sebagai salah satu tempat yang menjadi asal penyebutan tanaman ini di kalangan masyarakat.

Untuk menemukannya, seseorang tidak selalu dapat dengan mudah mencarinya di sekitar permukiman. Tanaman yang tumbuh di kawasan tertentu itu membutuhkan pengetahuan untuk mengenali bentuk dan habitatnya.

Cerita mengenai Sanrego juga berkembang melalui pengalaman masyarakat dari generasi ke generasi. Bahkan, terdapat kisah turun-temurun tentang seekor kuda jantan yang konon memakan daun tanaman tersebut dan kemudian menunjukkan perilaku yang dianggap berbeda.

“Kuda jantan itu sering memakan Daun Sanrego. Namun, setiap habis makan daunnya, semua kuda betina mampu dilayaninya tanpa henti,” kisah kakek ini kepada penulis di salah satu hajatan pesta perkawinan, Rabu (14/10/2026).

Dalam pemanfaatan tradisional, bagian tanaman Sanrego, seperti akar, ranting, dan daun, disebut-sebut digunakan oleh sebagian masyarakat. Tanaman ini juga kerap dikaitkan dengan kepercayaan mengenai peningkatan vitalitas pria.

BACA JUGA:  Jadi Ikon Makkah Route, Nenek Asal Maros Berangkat Haji usai 20 Tahun Menabung di Ember Bawah Tempat Tidur

Cara menggunakan kayu ini juga tergolong sangat mudah, yakni hanya direndam minimal 15 menit ke dalam air hangat atau air putih, baik daun, ranting serta akarnya berfungsi sama. Namun, warga percaya bahwa yang paling efektif dari tumbuhan ini adalah bagian akarnya.

“Akarnya itu yang paling bagus dan bisa digunakan beberapa kali. Manfaat kayu Sanrego ini dipercaya mampu menandingi obat kuat lainnya,” tambah warga lainnya, H Maddo.

Bolong Sanrego disebut sebagai tanaman yang dicari karena reputasinya dalam pengobatan tradisional.

Kisah Bolong Sanrego memperlihatkan bahwa Kabupaten Bone memiliki kekayaan pengetahuan tradisional yang menarik untuk didokumentasikan. (kar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru