Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mendorong Perusda Ellung Mangenre mengelola potensi pertanian, peternakan, dan perikanan untuk membuka peluang usaha serta meningkatkan PAD.
SulawesiPos.com — Komitmen Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., membangkitkan Perusahaan Daerah (Perusda) Ellung Mangenre dari kondisi mati suri mulai diarahkan pada pengelolaan potensi unggulan daerah.
Sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dibidik menjadi peluang bisnis strategis untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone.
Langkah ini dinilai memiliki prospek menjanjikan.
Kabupaten Bone dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu sentra produksi jagung di Sulawesi Selatan.
Potensi peternakan, khususnya sapi potong, serta perikanan juga menjadi kekuatan ekonomi yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan nilai tambah bagi daerah.
Untuk merealisasikan program tersebut, Bupati Bone sengaja mengumpulkan jajaran perangkat daerah terkait, termasuk dinas yang membidangi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) penguatan peran Perusda Ellung Mangenre.
Rakor yang berlangsung di Bakunge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kamis (8/10/2026), menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan membangun sinergi lintas sektor guna mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.
Pertemuan tersebut tidak sekadar membahas penguatan kelembagaan Perusda, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif organisasi perangkat daerah (OPD) teknis dalam mendukung pengembangan usaha yang berorientasi pada peningkatan PAD.
Bupati ingin potensi besar yang dimiliki Bone tidak hanya berhenti pada kegiatan produksi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis yang memberikan keuntungan bagi perusahaan daerah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Bone menekankan pentingnya Perusda Ellung Mangenre mengambil peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan memiliki peluang usaha yang dapat dikembangkan melalui pengelolaan profesional, kemitraan dengan pelaku usaha, serta perluasan jaringan pemasaran.
Di sektor pertanian, produksi beras dan jagung Bone membuka peluang pengembangan perdagangan hasil panen, distribusi komoditas, hingga kemitraan dengan kelompok tani.
Sementara di sektor peternakan, potensi sapi potong dapat menjadi peluang pengembangan perdagangan dan rantai pasok ternak.
Adapun sektor perikanan berpeluang dikembangkan melalui pemasaran dan distribusi hasil perikanan.
Jika dikelola dengan perencanaan bisnis yang matang, potensi tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi Perusda sekaligus memperkuat perputaran ekonomi masyarakat.
“Perusda harus mampu mengambil peran strategis dalam mengelola potensi daerah. Kita ingin sektor pertanian, peternakan, dan perikanan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi yang optimal terhadap PAD Kabupaten Bone,” ujar Bupati.
Keterlibatan jajaran dinas tanaman pangan, peternakan, dan perikanan menjadi bagian penting dalam upaya Bupati membangkitkan Perusda Ellung Mangenre.
Dinas teknis diharapkan dapat mendukung pemetaan potensi produksi, membuka peluang kemitraan, serta menghubungkan Perusda dengan kelompok tani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha di lapangan.
Sinergi tersebut diperlukan agar unit usaha yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah, memiliki kepastian pasar, serta dapat berjalan secara berkelanjutan.
Namun, besarnya potensi sumber daya alam perlu diimbangi dengan tata kelola perusahaan yang sehat, perhitungan bisnis yang terukur, transparansi, dan akuntabilitas.
Dengan demikian, Perusda tidak hanya menjalankan aktivitas usaha, tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan nyata.
Melalui koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Bone mendorong penguatan tata kelola dan pengembangan usaha Perusda Ellung Mangenre agar semakin produktif, mandiri, dan kompetitif.
Kebangkitan Perusda diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengubah potensi pertanian, peternakan, dan perikanan Bone menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan PAD.
Bagi Kabupaten Bone, tantangannya kini adalah memastikan kekayaan potensi daerah tidak hanya dikenal sebagai komoditas unggulan, tetapi juga mampu dikelola menjadi peluang usaha yang menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan. (kar)