Categories: Sulsel

Dinkes Takalar Ungkap Tahu Menu MBG SDN 58 Lengkese Positif Boraks

SulawesiPos.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar mengungkap jenis makanan dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di UPT SDN 58 Lengkese yang ditemukan mengandung boraks.

Hasil pengujian Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Takalar menunjukkan boraks terdapat pada tahu yang menjadi bagian dari menu MBG tersebut.

Penanggung Jawab Program Tempat Pengolahan Pangan Dinkes Takalar, Emma Masyita Hista, membenarkan temuan tersebut saat dikonfirmasi SulawesiPos.com, Jumat (25/9/2026).

“Tahu. Menunya ayam dan tahu. Yang mengandung boraks tahu,” kata Emma.

Temuan itu berawal dari laporan guru yang mengalami gatal-gatal setelah mencicipi menu MBG yang dikirim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Topejawa, Kecamatan Mangarabombang.

Berdasarkan laporan Kepala SPPG Topejawa dan hasil penelusuran tim surveilans Puskesmas, kepala SPPG bersama tim langsung mendatangi UPT SDN 58 Lengkese setelah menerima laporan tersebut.

Seluruh makanan MBG yang telah disalurkan ke sekolah kemudian ditarik kembali. Pihak SPPG selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada Dinkes Takalar.

Dinkes kemudian mengarahkan tim Puskesmas untuk melakukan penelusuran. Bersamaan dengan itu, Labkesda Takalar melakukan pengujian terhadap sampel makanan yang telah diamankan.

Hasil pemeriksaan tersebut menemukan kandungan boraks pada sampel tahu.

Sebelumnya, empat guru, termasuk kepala sekolah, mengalami gatal-gatal dan pembengkakan di area mulut setelah mencicipi menu MBG pada Senin (21/9/2026).

Karena khawatir makanan berdampak pada siswa, pihak sekolah tidak membagikan menu tersebut kepada 86 siswa penerima manfaat.

Dinkes Takalar sebelumnya menyatakan belum dapat memastikan kandungan boraks sebagai penyebab langsung keluhan yang dialami para guru.

Penelusuran masih dilakukan untuk mengetahui sumber kandungan zat tersebut dan proses pengolahannya.

Tindak Lanjut Berada pada Kewenangan BGN

Emma mengatakan, Dinkes Takalar telah merilis hasil temuan pemeriksaan tersebut. Adapun tindak lanjut terhadap SPPG yang bersangkutan menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Tindak lanjutnya adalah Dinkes merilis hasil temuan. Selanjutnya kewenangan BGN terhadap SPPG,” ujarnya.

Dari informasi sebelumnya, SPPG Topejawa pada hari yang sama mendistribusikan 1.761 porsi MBG kepada penerima manfaat di 11 sekolah dan 11 posyandu.

Sebanyak 1.757 porsi yang dikonsumsi di lokasi lain dilaporkan aman dan tidak menimbulkan keluhan kesehatan.

Nur Ainun Afiah

Share
Published by
Nur Ainun Afiah
Tags: Dinkes Takalar Emma Masyita Hista Program MBG SPPG Topejawa