Categories: Sulsel

Konvoi 13 Pelajar di Gowa Diduga Salah Sasaran, Dua Orang Dibacok

SulawesiPos.com – Empat pelajar berusia 15–16 tahun diamankan setelah seorang siswa SMA dan sales roti menjadi korban pembacokan yang diduga salah sasaran di Jalan Nuhung, Kelurahan Kale Bajeng, Kabupaten Gowa.

Polisi menyebut serangan Senin (7/9/2026) sore itu berkaitan dengan konvoi sekitar 13 pelajar yang diduga hendak membalas pembusuran terhadap salah seorang rekan mereka.

Keempat pelajar berinisial AD (16), HN (16), FA (16), dan RI (15) diamankan Tim Unit Reaksi Cepat Polsek Bajeng pada Rabu (9/9/2026).

Korban pertama, MS (16), diserang ketika pulang dari kegiatan sekolah sekitar pukul 17.00 Wita.

Sabetan senjata tajam menyebabkan luka robek sepanjang sembilan sentimeter pada bahunya hingga harus mendapat 18 jahitan di Puskesmas Bajeng.

Seorang sales roti bernama Akmal (28) juga terluka pada bagian punggung ketika melintas di kawasan tersebut.

Polisi menyebut kedua korban tidak termasuk kelompok yang sebelumnya berjanji bertemu untuk tawuran.

Kanit Reskrim Polsek Bajeng Ipda Andi Dedi Permana mengatakan penyelidikan sementara mengarah pada dugaan balas dendam antarkelompok pelajar.

“Sebelum aksi pembacokan terjadi, salah seorang rekan kelompok pelaku disebut menjadi korban pembusuran. Kelompok pelaku kemudian diduga ingin melakukan aksi balas dendam,” kata Dedi.

Menurut dia, dua kelompok pelajar sebelumnya telah berkomunikasi dan menentukan lokasi pertemuan.

Salah satu kelompok kemudian bergerak berkonvoi sambil membawa senjata tajam.

Empat Pelajar Mengaku Hanya Ikut Konvoi

Hasil pemeriksaan terhadap empat pelajar yang diamankan membuka informasi bahwa jumlah peserta konvoi lebih banyak daripada perkiraan awal polisi.

“Menurut pengakuan mereka, jumlah pelajar yang ikut konvoi sekitar 13 orang,” ujar Dedi.

Keempat pelajar tersebut mengaku hanya mengikuti konvoi.

Mereka menyebut sejumlah pelajar lain membawa dan mengayunkan senjata tajam selama perjalanan.

Penyidik masih memetakan peran masing-masing orang dalam kelompok tersebut.

Hingga pembaruan terakhir, polisi belum mengumumkan siapa yang diduga menyabet kedua korban maupun barang bukti senjata tajam yang telah disita.

Keterangan terbaru itu melengkapi temuan awal polisi setelah mendatangi tempat kejadian dan memeriksa rekaman kamera pengawas.

Pada tahap awal, polisi melihat empat orang yang menggunakan dua sepeda motor dalam rangkaian penyerangan.

“Penyidik telah mendatangi TKP untuk menemukan pelaku dengan memeriksa kamera. Pelaku ada empat orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis Hairuddin, Rabu (9/9/2026).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak sekolah hingga empat pelajar diamankan.

Penyelidikan dilanjutkan untuk mencocokkan keterangan mereka dengan rekaman CCTV dan keterangan saksi.

Dua Korban Diserang dalam Perjalanan Pulang

MS berpapasan dengan kelompok pengendara sepeda motor ketika dalam perjalanan pulang.

Salah seorang dalam rombongan diduga mengayunkan senjata tajam hingga mengenai bahu korban.

Tak lama kemudian, Akmal yang bekerja sebagai sales roti mengalami serangan serupa.

Luka pada punggungnya juga memerlukan penanganan medis.

“Jadi ada dua korban, masing-masing mengalami luka senjata tajam, ada di bagian punggung dan pundak,” ujar Muhalis.

Keterangan keluarga MS menyebut orang-orang dalam rombongan mengenakan seragam sekolah dan mengayunkan senjata tajam kepada pengguna jalan yang berpapasan.

Polisi menduga MS dan Akmal menjadi korban salah sasaran karena keduanya diserang saat pulang setelah beraktivitas dan tidak terlibat dalam rencana tawuran dua kelompok pelajar tersebut.

Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, motif, serta keterlibatan pelajar lain yang berada dalam konvoi.

Status hukum dan peran keempat anak yang telah diamankan juga belum diumumkan secara terperinci.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Konvoi Gowa Sulawesi Selatan Tawuran pembacokan pelajar Bajeng Polsek Bajeng Salah Sasaran