Ruang UGD RSUD Lakipadada tampak padat (Dok. Tangkapan Layar Video)
SulawesiPos.com – Ratusan siswa SMPN 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami gejala mual, sakit kepala, sakit perut hingga muntah, Kamis (3/9/2026).
Para siswa diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan sehari sebelumnya.
Para siswa dengan gejala serupa mendapat penanganan medis di RSUD Lakipadada.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD) rumah sakit tersebut tampak dipadati siswa yang membutuhkan penanganan.
Dugaan keracunan berkaitan dengan makanan MBG yang diterima siswa pada Rabu (2/9/2026). Menu yang dibagikan saat itu diketahui terdiri atas nasi, ayam, sayur, tempe, dan melon.
Sejumlah siswa disebut mulai mengalami kondisi tidak sehat pada malam hari setelah menyantap makanan tersebut.
Keluhan kemudian berlanjut hingga Kamis dan membuat para siswa dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya gejala tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut. Dugaan keracunan MBG juga belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu munculnya gejala setelah makanan dikonsumsi.
Hingga berita ini ditulis, menu MBG untuk Kamis (3/9/2026) juga belum tercatat dalam pantauan SulawesiPos.com melalui laman Radar MBG.
Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi MBG juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain dalam beberapa hari terakhir.
Di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, sebanyak 566 orang dilaporkan menjadi korban dugaan keracunan setelah menyantap makanan MBG di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin. Data tersebut merupakan jumlah korban terakhir yang dilaporkan pada Rabu (2/9/2026).
Para korban terdiri atas santri dan pelajar yang menyantap makanan program MBG pada Selasa (1/9/2026).
Kepala SPPG Kalitengah Rafli Ridho menyampaikan permintaan maaf setelah ratusan santri menjadi korban dalam kasus ini.
“Mohon maaf ya, saya menyesal,” kata Rafli kepada awak media, Rabu (2/9/2026).
Kasus serupa juga dilaporkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Puluhan siswa SMAN 3 Nganjuk mengalami gejala mual, pusing, dan muntah setelah mengonsumsi makanan MBG, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan informasi awal, jumlah korban di Nganjuk berada pada kisaran 49 hingga 53 orang. Korban terdiri atas siswa kelas 10 dan 11 serta seorang guru perempuan.
Para korban kemudian mendapat penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sebanyak 20 orang ditangani di Puskesmas Begadung, 17 orang di RSUD Nganjuk, dan 12 orang lainnya di RS Bhayangkara Nganjuk.
Rangkaian kejadian tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, mulai dari pengolahan, distribusi hingga makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat.