Puluhan ribu male memenuhi Lapangan Merdeka Watampone, Bone, dalam semarak Maulid Nabi Muhammad SAW, Rabu (2/9/2026).
SulawesiPos.com – Pemandangan tak biasa terlihat di Lapangan Merdeka Watampone, Kabupaten Bone, Rabu (2/9/2026). Puluhan ribu male khas tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW memenuhi kawasan lapangan, menciptakan suasana meriah sekaligus sarat nuansa religius.
Beragam bentuk male tampak menghiasi Lapangan Merdeka. Tidak hanya berbentuk susunan telur yang dihias secara tradisional, para ASN dan OPD lingkup Pemkab Bone, berkreasi membuat male dalam berbagai bentuk unik dan menarik.
Ada yang menyerupai masjid, perahu, hingga miniatur gedung perkantoran. Kreasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dalam menyambut peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
Dari kejauhan, deretan male yang memenuhi lapangan tampak seperti lautan warna-warni. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu kembali menjadi ruang kebersamaan masyarakat Bone.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, mengapresiasi antusiasme para ASN/PNS dan OPD yang ikut menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurutnya, tradisi male bukan sekadar hiasan dalam kegiatan Maulid, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya masyarakat Bone yang memiliki nilai kebersamaan dan religiusitas.
“Ini tradisi yang luar biasa. Kita ingin semarak Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat,” ujarnya saat meninjau persiapan maulid Akbar di Lapangan Merdeka Kota Watampone.
Bupati juga mengapresiasi kreativitas jajaranya yang menghadirkan berbagai bentuk male.
“Saya melihat kreativitas masyarakat sangat luar biasa. Ada yang berbentuk masjid, perahu, bahkan miniatur kantor. Ini menunjukkan bahwa tradisi kita terus hidup dan berkembang. Mari kita jaga bersama sebagai warisan budaya Bone,” tukasnya.
Antusiasme masyarakat juga terlihat dari keinginan warga untuk datang langsung ke Lapangan Merdeka Watampone.
Salah seorang warga, Nurhayati, mengaku penasaran melihat langsung puluhan ribu male yang menghiasi lapangan.
“Saya lihat informasinya, katanya banyak sekali male dan bentuknya macam-macam. Ada masjid, perahu, bahkan miniatur kantor. Jadi saya ingin datang langsung bersama keluarga,” ujarnya.
Warga lainnya, Andi Rahmat, menyebut kegiatan tersebut menjadi momentum yang ditunggu masyarakat.
“Ini bukan cuma soal melihat male, tapi juga suasana Maulidnya. Bisa berkumpul dengan keluarga, bertemu masyarakat dan menikmati tradisi yang sudah lama ada di Bone. Insyaallah saya hadir,” tukasnya.
Semarak Lautan Male di Lapangan Merdeka Watampone pun menjadi gambaran kuat bagaimana tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW tetap hidup di tengah masyarakat Bone—menggabungkan nilai keagamaan, budaya, kreativitas, dan kebersamaan dalam satu perayaan. (kar)