Sulawesipos.com, Bone — Suasana persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII mulai terasa.
Di balik latihan yang terus digenjot, ada satu ambisi yang sedang dibangun Pengurus Kabupaten Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (Pengkab PBVSI) Bone: empat medali emas.
Target itu bukan sekadar angka.
Bermain di hadapan publik sendiri sebagai salah satu tuan rumah Porprov Sulsel XVIII membuat PBVSI Bone ingin menjadikan momentum tersebut sebagai panggung pembuktian hasil pembinaan atlet yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
Ketua Umum Pengkab PBVSI Bone, Dr H Muslimin SE MM mengatakan persiapan atlet saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
“Harapan kita, persiapan itu sekitar 80 persen,” kata H Muslimin yang juga Anggota DPRD Bone dari Fraksi NasDem saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu 29 Agustus 2026.
Persiapan tersebut tidak dibangun dalam waktu singkat.
Para atlet selama ini menjalani latihan rutin sekaligus mengikuti berbagai turnamen, baik antarkecamatan maupun di luar Kabupaten Bone.
Bagi PBVSI Bone, pertandingan bukan hanya soal menang atau kalah.
Setiap turnamen menjadi ruang bagi atlet untuk merasakan atmosfer kompetisi, mengukur kemampuan dan menemukan bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki.
Saat ini, atlet putra dan putri menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan. Namun, ritme tersebut akan semakin ditingkatkan ketika Porprov semakin dekat.
TC Sebulan Penuh
Oktober mendatang akan menjadi salah satu fase penting dalam persiapan tim.
PBVSI Bone berencana menggelar training camp (TC) selama satu bulan penuh. Seluruh atlet akan menjalani latihan secara terpusat setiap hari di Bone.
TC tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempertajam teknik permainan.
Kaondisi fisik menjadi perhatian utama agar para pemain mampu bertahan dalam pertandingan yang berlangsung panjang.
“TC nanti itu untuk menempuh fisiknya supaya nanti di saat pertandingan, walaupun sampai lima set, itu tidak kewalahan,” jelas Ketua Fraksi Nasdem DPRD Bone ini.
Selain fisik, program TC juga akan diarahkan untuk mematangkan teknik sekaligus membangun kesiapan mental.
Sebab, menghadapi Porprov bukan hanya membutuhkan kemampuan bermain, tetapi juga ketenangan dan konsistensi ketika berada di bawah tekanan pertandingan.
40 Atlet Disiapkan
PBVSI Bone akan turun di dua nomor, yakni voli indoor dan outdoor atau voli pasir.
Untuk nomor indoor, Bone menyiapkan masing-masing 14 atlet putra dan 14 atlet putri.
Sementara pada nomor voli pasir, terdapat 12 atlet yang terdiri dari enam putra dan enam putri.
Total terdapat 40 atlet yang dipersiapkan untuk membawa nama Bone.
Jumlah itu akan didampingi 18 orang yang terdiri dari pelatih dan ofisial serta satu orang penanggung jawab.
Dengan demikian, total rombongan PBVSI Bone yang dipersiapkan untuk Porprov mencapai 59 orang.
Punya Modal dari Voli Pasir
Di nomor outdoor, Bone memiliki modal yang cukup menjanjikan.
Empat tim voli pasir Bone, masing-masing dua tim putra dan dua tim putri, sebelumnya berhasil lolos pada Pra-PON Sulawesi Selatan.
Salah satu atlet yang menjadi perhatian adalah Rifal, atlet asal Lappariaja, Kecamatan Bengo.
Pengalaman bertanding Rifal di berbagai daerah menjadi salah satu modal yang diharapkan mampu membantu tim Bone bersaing di Porprov.
“Dia yang terbaik nanti dan sering keluar bertanding ke luar Kabupaten Bone,” ujar Muslimin.
Bukan hanya voli pasir yang membuat PBVSI Bone optimistis. Di nomor indoor, perkembangan atlet juga terus menunjukkan hasil positif.
Muslimin mengatakan para pemain Bone dalam sejumlah pertandingan sebelumnya bahkan mampu memberikan perlawanan terhadap tim yang diperkuat pemain senior hingga pemain profesional.
“Alhamdulillah anak-anak bisa mengimbangi. Walaupun kalah, tapi kalah tipis,” katanya.
Bagi PBVSI Bone, hasil tersebut menjadi tanda bahwa jarak kemampuan atlet lokal dengan tim-tim kuat semakin dekat.
Empat Tim, Empat Target Emas
Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar dua bulan, PBVSI Bone memilih untuk tidak terlena.
Persaingan di Porprov diperkirakan berlangsung ketat. Sejumlah daerah seperti Pinrang dan Sidrap diprediksi menjadi pesaing kuat dalam perebutan medali.
Karena itu, setiap latihan akan dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan sekaligus memperkuat kelebihan yang sudah dimiliki para atlet.
Meski persaingan berat, PBVSI Bone berani memasang target tinggi.
Empat tim yang dipersiapkan ditargetkan masing-masing mampu membawa pulang medali emas.
“Jadi kita empat tim itu, indoor outdoor, masing-masing kita target emas. Berarti targetnya empat emas,” tegas politisi asal Bone Selatan ini.
Target tersebut kini menjadi tantangan bagi seluruh tim.
HMS sapaan akranya berharap para atlet mampu menjaga fokus, disiplin mengikuti latihan dan menjadikan setiap pertandingan sebagai proses untuk berkembang.
“Usahakan untuk menang. Yang penting bermain baik, sportif, dan manfaatkan untuk berkembang,” tuturnya.
Porprov Sulsel XVIII akan digelar dengan Bone dan Wajo sebagai tuan rumah bersama.
Bagi PBVSI Bone, bermain di rumah sendiri diharapkan bukan menjadi beban, melainkan tambahan energi.
Dukungan suporter, atmosfer pertandingan dan kesempatan tampil di hadapan masyarakat Bone menjadi modal tersendiri.
Kini, sebelum sorak kemenangan dan kilau medali emas terdengar di arena, para atlet masih harus melewati satu tahapan penting: latihan, latihan, dan latihan.
Sebab empat emas yang diincar PBVSI Bone tidak akan datang begitu saja.
Ia harus dikejar melalui keringat, disiplin dan perjuangan selama satu bulan penuh di arena TC.kar


