Ansar Dg Tuppu (kanan), nelayan asal Kepulauan Selayar yang sempat hilang dua hari saat pergi memancing, berada bersama keluarganya setelah ditemukan selamat di wilayah Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, Kamis (20/8/2026).
SulawesiPos.com – Kabar selamat datang dari pencarian Ansar Dg Tuppu, nelayan asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang sempat hilang selama dua hari saat pergi memancing. Warga menemukan pria 44 tahun itu di wilayah Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar, Kamis pagi, 20 Agustus 2026, dalam keadaan selamat meski sebelumnya tak kunjung kembali sesuai jadwal.
Danpos SAR Selayar Ronaldhi membenarkan penemuan tersebut.
Ia menyebut Ansar ditemukan di kawasan Tanakeke setelah pencarian dilakukan menyusul laporan keluarga yang kehilangan kontak sejak korban melaut dari perairan Selayar.
“Sudah ditemukan tadi pagi di Tanakeke, pulaunya Takalar. Alhamdulillah dalam keadaan selamat,” kata Ronaldhi, Kamis (20/8/2026).
Ansar sebelumnya berangkat memancing menggunakan perahu fiber dari kawasan Pantai Dusun Polong, Desa Bungaiya, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Ia dijadwalkan kembali pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Namun hingga waktu yang ditunggu, Ansar tidak kunjung pulang dan tidak memberi kabar kepada keluarga maupun rekan sesama nelayan.
Keluarga bersama kerabat lalu berupaya mencari secara mandiri dengan menanyakan keberadaan korban kepada pemancing lain di sekitar area yang biasa didatangi nelayan setempat.
Karena belum juga mendapat kepastian, laporan akhirnya diajukan ke Polsek Bontomatene pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam laporan awal, keluarga menduga korban mengalami kendala saat melaut di tengah kondisi cuaca dan gelombang yang kurang bersahabat.
Perkiraan area keberadaan Ansar semula berada di sekitar wilayah rompong dari Kelurahan Batangmata hingga Desa Bungaiya.
Harapan keluarga terjawab pada Kamis pagi saat warga menemukan Ansar di sekitar Pulau Tanakeke, Kabupaten Takalar. Saat ditemukan, korban dilaporkan masih berada di atas perahunya yang terdampar.
Ronaldhi mengatakan dugaan awal mengarah pada gangguan pada perahu yang membuat Ansar tidak bisa kembali sesuai jadwal.
Namun, keterangan lengkap dari korban masih menunggu kondisinya memungkinkan untuk diwawancarai lebih jauh.
“Terdampar di pulau katanya dengan kondisi masih di atas kapalnya. Kayaknya begitu, tapi korban belum bisa ditanya,” ujar Ronaldhi.
Penemuan Ansar dalam kondisi selamat sekaligus mengakhiri kecemasan keluarga setelah dua hari kehilangan kabar dari laut.
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana nelayan yang berangkat dari perairan Selayar dapat terbawa hingga wilayah Takalar ketika menghadapi masalah di tengah pelayaran.