Siswa Pulau Kalukulukuang Belum Dapat MBG, Tamsil Linrung Minta Wilayah 3T Tak Diabaikan

SulawesiPos.com – Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) menjadi sorotan setelah siswa di Pulau Kalukulukuang, Kabupaten Kepulauan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menyampaikan harapan agar mendapat program tersebut. Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung meminta pemerintah memastikan anak-anak di wilayah kepulauan tidak tertinggal dalam memperoleh manfaat program prioritas tersebut.

Sorotan itu muncul setelah Tamsil melihat video yang memperlihatkan sejumlah anak sekolah di Pulau Kalukulukuang menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar MBG segera hadir di daerah mereka.

Menurut Tamsil, aspirasi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan pemerataan layanan pemerintah ke wilayah kepulauan. Ia menilai pelaksanaan MBG tidak seharusnya hanya mudah dijangkau masyarakat di perkotaan atau daratan utama.

Sebaliknya, wilayah 3T juga harus menjadi bagian dari sasaran program agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Dapur SPPG Disebut Sudah Siap

Persoalan di Pulau Kalukulukuang dinilai semakin mendesak karena fasilitas pendukung pelaksanaan MBG disebut telah tersedia.

BACA JUGA:  DPR dan Mahasiswa Kawal Efisiensi MBG, Penghematan Diproyeksi Capai Rp70 Triliun

Yayasan Formasita selaku lembaga mitra melaporkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun sejak akhir 2025 telah rampung dan siap digunakan.

Fasilitas tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1.300 penerima manfaat. Mereka terdiri atas siswa serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Namun, operasional dapur masih menunggu penunjukan Kepala SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Tamsil mendorong agar proses tersebut segera dituntaskan sehingga layanan MBG dapat mulai berjalan di wilayah kepulauan tersebut.

Sebagai pimpinan DPD RI, Tamsil meminta BGN dan pihak terkait memberi perhatian terhadap pelaksanaan MBG di daerah 3T.

Menurutnya, kesiapan fasilitas di Pulau Kalukulukuang seharusnya dapat menjadi modal untuk mempercepat realisasi program.

“Jangan sampai anak-anak di wilayah kepulauan terpencil tertinggal. Segera manfaatkan dapur yang sudah siap itu demi masa depan mereka,” ujar Tamsil.

Ia mengingatkan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi Indonesia menuju 2045.

BACA JUGA:  Pakar Komunikasi Unhas Soroti Video Viral dari Hasil Potong-Tempel: Kebenaran Kalah Cepat dari Durasi 15 Detik

Oleh karena itu, akses terhadap program MBG dinilai perlu diberikan tanpa membedakan kondisi geografis wilayah penerima manfaat.

SulawesiPos.com – Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga wilayah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) menjadi sorotan setelah siswa di Pulau Kalukulukuang, Kabupaten Kepulauan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menyampaikan harapan agar mendapat program tersebut. Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung meminta pemerintah memastikan anak-anak di wilayah kepulauan tidak tertinggal dalam memperoleh manfaat program prioritas tersebut.

Sorotan itu muncul setelah Tamsil melihat video yang memperlihatkan sejumlah anak sekolah di Pulau Kalukulukuang menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar MBG segera hadir di daerah mereka.

Menurut Tamsil, aspirasi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan pemerataan layanan pemerintah ke wilayah kepulauan. Ia menilai pelaksanaan MBG tidak seharusnya hanya mudah dijangkau masyarakat di perkotaan atau daratan utama.

Sebaliknya, wilayah 3T juga harus menjadi bagian dari sasaran program agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Dapur SPPG Disebut Sudah Siap

Persoalan di Pulau Kalukulukuang dinilai semakin mendesak karena fasilitas pendukung pelaksanaan MBG disebut telah tersedia.

BACA JUGA:  Pakar Komunikasi Unhas Soroti Video Viral dari Hasil Potong-Tempel: Kebenaran Kalah Cepat dari Durasi 15 Detik

Yayasan Formasita selaku lembaga mitra melaporkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dibangun sejak akhir 2025 telah rampung dan siap digunakan.

Fasilitas tersebut diproyeksikan melayani sekitar 1.300 penerima manfaat. Mereka terdiri atas siswa serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Namun, operasional dapur masih menunggu penunjukan Kepala SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Tamsil mendorong agar proses tersebut segera dituntaskan sehingga layanan MBG dapat mulai berjalan di wilayah kepulauan tersebut.

Sebagai pimpinan DPD RI, Tamsil meminta BGN dan pihak terkait memberi perhatian terhadap pelaksanaan MBG di daerah 3T.

Menurutnya, kesiapan fasilitas di Pulau Kalukulukuang seharusnya dapat menjadi modal untuk mempercepat realisasi program.

“Jangan sampai anak-anak di wilayah kepulauan terpencil tertinggal. Segera manfaatkan dapur yang sudah siap itu demi masa depan mereka,” ujar Tamsil.

Ia mengingatkan bahwa pemenuhan gizi anak merupakan bagian penting dari upaya menyiapkan generasi Indonesia menuju 2045.

BACA JUGA:  Pengendara di Makassar Diduga Hina Petugas Dishub saat Penertiban Parkir di Panakkukang

Oleh karena itu, akses terhadap program MBG dinilai perlu diberikan tanpa membedakan kondisi geografis wilayah penerima manfaat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru