Foto keluarga yang memperlihatkan Jamil, Nur Hanissa, dan anak mereka Rizky sebelum kasus pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Duyu, Palu.
SulawesiPos.com – Nur Hanissa, ibu muda asal Palopo yang menjadi korban selamat terakhir dalam pembunuhan satu keluarga di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, meninggal dunia di RSUD Undata pada Rabu, 5 Agustus 2026, setelah menjalani perawatan intensif selama 10 hari.
Sebelum meninggal dunia, Nur Hanissa sempat memberikan kesaksian mengenai peristiwa yang menimpa dirinya bersama suami dan anaknya.
Dalam kesaksian tersebut, korban menyebut seorang pria berinisial A sebagai sosok yang diduga menyerangnya. Nama tersebut kemudian disebut sebagai Aan Kurniawan alias A.
Kesaksian Nur Hanissa kini menjadi salah satu petunjuk yang didalami penyidik dalam mengungkap kasus yang menewaskan dirinya, suami, dan anaknya.
Nur Hanissa menjadi satu-satunya korban yang masih hidup setelah tragedi berdarah tersebut terjadi.
Sementara itu, suaminya, Jamil, dan anak mereka, Rizky, yang baru berusia dua tahun, lebih dahulu meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Nur Hanissa kemudian mendapat perawatan intensif di RSUD Undata.
Selama menjalani perawatan, ia sempat memberikan keterangan terkait kejadian yang dialaminya.
Keterangan tersebut menjadi penting bagi penyelidikan karena berasal langsung dari korban yang mengalami dan melihat peristiwa penyerangan tersebut.
Namun, kondisi Nur Hanissa akhirnya memburuk hingga dinyatakan meninggal dunia pada 5 Agustus 2026.
Dalam kesaksian yang sempat diberikan sebelum meninggal dunia, Nur Hanissa menyebut seorang pria berinisial A sebagai sosok yang diduga melakukan penyerangan.
Pria tersebut kemudian disebut sebagai Aan Kurniawan alias A.
“Berdasarkan keterangan yang sempat diberikan korban, penyidik masih mendalami informasi mengenai pria berinisial A yang disebut dalam kesaksian tersebut.”
Keterangan tersebut digunakan sebagai informasi penyelidikan, sementara polisi masih harus mengumpulkan bukti-bukti lain untuk memastikan keterlibatan pihak yang disebut dalam kesaksian korban.
Dengan demikian, nama Aan Kurniawan dalam perkara ini masih berada dalam ranah penyelidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai pelaku tanpa adanya pembuktian hukum.
Informasi yang berkembang dalam penyelidikan menyebut Aan Kurniawan memiliki hubungan dengan Jamil.
Keduanya disebut sama-sama bekerja di tempat pemotongan ayam milik seorang warga bernama Aji.
Jamil dan Aan juga disebut berasal dari kampung halaman yang sama.
Hubungan tersebut menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik untuk mengetahui apakah terdapat persoalan sebelumnya antara korban dan pria yang disebut dalam kesaksian Nur Hanissa.
Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya hubungan lain maupun motif yang melatarbelakangi penyerangan tersebut.
Meninggalnya Nur Hanissa membuat seluruh korban dalam tragedi pembunuhan tersebut kini telah meninggal dunia.
Meski demikian, kesaksian yang sempat diberikan korban sebelum mengembuskan napas terakhir tetap menjadi informasi penting dalam proses penyelidikan.
Polresta Palu masih mendalami seluruh rangkaian kejadian dan melakukan pencarian terhadap Aan Kurniawan yang disebut dalam keterangan korban.
Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, belum ada informasi terverifikasi mengenai penangkapan Aan Kurniawan.
Penyidik masih perlu mencocokkan kesaksian korban dengan bukti lain, termasuk keterangan saksi dan hasil penyelidikan di lokasi kejadian, untuk mengungkap secara utuh kasus pembunuhan satu keluarga tersebut.
Kasus ini pun kembali menyita perhatian masyarakat Palu karena kesaksian terakhir Nur Hanissa menjadi salah satu petunjuk yang tersisa setelah korban selamat tersebut akhirnya meninggal dunia.