Ilustrasi penikaman
SulawesiPos.com – Polisi masih mendalami motif penikaman yang terjadi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Perselisihan pribadi antara pelaku berinisial BA dan korban IB menjadi salah satu petunjuk yang tengah ditelusuri penyidik setelah keduanya disebut telah lama memiliki hubungan yang tidak harmonis.
Kapolsek Tempe Iptu Irwan Taufik mengatakan penyidik belum menyimpulkan secara final penyebab penyerangan tersebut. Keterangan BA yang merasa kerap direndahkan oleh IB menjadi bagian dari materi pemeriksaan untuk mengungkap latar belakang kejadian.
Salah satu keterangan yang turut didalami yakni pengakuan BA mengenai peristiwa sekitar sepekan sebelum penikaman. Saat itu, BA mengaku melihat IB meludahi kopi miliknya.
“Pelaku mengaku merasa sering direndahkan oleh korban. Selain itu, pelaku juga menyampaikan bahwa sekitar sepekan sebelum kejadian ia pernah melihat korban meludahi kopi miliknya. Keterangan tersebut masih dalam tahap pendalaman penyidik,” ujar Iptu Irwan Taufik dikutip Sabtu (8/8/2026).
Polisi kini mencocokkan keterangan tersebut dengan informasi dari pihak lain serta alat bukti yang telah dikumpulkan. Langkah itu diperlukan untuk memastikan apakah persoalan yang terjadi antara keduanya memiliki kaitan langsung dengan aksi penikaman.
BA telah diamankan polisi bersama sebilah badik yang diduga digunakan dalam penyerangan terhadap IB. Penyidik juga masih melakukan sejumlah langkah untuk memperjelas rangkaian kejadian yang berlangsung di lingkungan KPU Wajo.
Penikaman tersebut terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 11.00 Wita. IB mengalami luka pada bagian leher, siku, dan telapak tangan kiri akibat sabetan maupun tikaman.
Korban sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Setelah menjalani penanganan medis dan membuat laporan polisi, IB diperbolehkan pulang untuk menjalani pemulihan.
Sementara itu, penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta mengumpulkan alat bukti.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya polisi memastikan kronologi sekaligus memperjelas penyebab penyerangan.
Iptu Irwan menegaskan penyidik tidak hanya mendalami keterangan BA, tetapi juga seluruh informasi dari pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.
“Proses hukum masih berjalan. Dugaan motif maupun seluruh keterangan para pihak akan terus kami dalami untuk mengungkap fakta sebenarnya,” tegasnya.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pendalaman penyidikan sebelum memastikan motif penikaman yang terjadi di Kantor KPU Wajo tersebut.