Bintang Permata, kuda pacu juara nasional asal Jeneponto, Sulawesi Selatan, mati dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2
SulawesiPos.com – Kabar duka datang dari dunia pacuan kuda Sulawesi Selatan. Bintang Permata, kuda pacu juara nasional asal Kabupaten Jeneponto, mati dalam kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Madura, Jawa Timur. Kuda yang menjadi andalan Sulawesi Selatan itu sebelumnya baru menyelesaikan rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Pulau Jawa dan dijadwalkan pulang ke Jeneponto.
Bintang Permata merupakan satu-satunya kuda yang mewakili Sulawesi Selatan pada Kejurnas pacuan kuda tahun 2026.
Kuda milik H. Lolong Azis itu telah berada di Pulau Jawa sejak Februari untuk mengikuti sejumlah seri perlombaan nasional.
Lolong mengatakan keikutsertaan Bintang Permata di Kejurnas menjadi kebanggaan tersendiri karena menjadi satu-satunya wakil Sulawesi Selatan dalam ajang tersebut.
“Iya, kuda pacu bernama Bintang Permata yang satu-satunya mewakili Sulawesi Selatan untuk lomba ikut terbakar. Kuda kami ke sana itu dari bulan Februari,” ujarnya dikutip Selasa (4/8/2026).
Selama mengikuti Kejuaraan Nasional, Bintang Permata tampil di sejumlah arena pacuan, mulai dari Bantul, Kebumen, Salatiga, hingga Pangandaran.
Dari rangkaian perlombaan tersebut, kuda pacu andalan Jeneponto itu berhasil menorehkan prestasi dengan meraih juara pertama dan juara ketiga.
Setelah seluruh agenda kejuaraan selesai, Bintang Permata dijadwalkan kembali ke Jeneponto menggunakan KM Mutiara Sentosa 2.
Namun, perjalanan pulang itu berakhir tragis setelah kapal mengalami kebakaran di perairan utara Madura.
“Alhamdulillah dapat juara 1 dan juara 3. Setelah semua kejuaraan selesai, rencananya memang sudah mau pulang ke Jeneponto,” katanya.
Musibah tersebut tidak hanya merenggut Bintang Permata. Lolong juga kehilangan enam ekor kuda potong yang baru dibelinya dari Pulau Jawa untuk dibawa ke Jeneponto.
Nilai enam ekor kuda tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp100 juta. Dengan demikian, total tujuh ekor kuda milik Lolong hangus dalam kebakaran kapal tersebut.
“Ini mau pulang ada juga enam kuda potong yang ikut terbakar. Harganya kurang lebih Rp100 juta lebih saya beli untuk dibawa ke Jeneponto,” ungkapnya.
Selama mengikuti Kejuaraan Nasional, Bintang Permata dilatih dan ditunggangi joki nasional Verdianto alias Aco.
Saat insiden kebakaran terjadi, Verdianto juga berada di atas KM Mutiara Sentosa 2 bersama rombongan pengawal kuda.
Lolong mengaku telah berkomunikasi dengan Verdianto setelah proses evakuasi. Ia bersyukur joki nasional tersebut berhasil menyelamatkan diri dari musibah yang merenggut kuda pacu andalannya.
Meski harus kehilangan Bintang Permata dan enam ekor kuda potong, Lolong tetap bersyukur seluruh orang yang ikut mengawal perjalanan pulang tersebut selamat dari tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa 2.