Categories: Sulsel

Setiawan, Tulang Punggung Keluarga dari Sinjai, Tewas Diduga Dikeroyok Massa di Morowali

SulawesiPos.com – Seorang warga Desa Kompang, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, bernama Setiawan dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Sabtu (25/7/2026) malam.

Jenazah korban telah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Kompang untuk dimakamkan oleh keluarga.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk dugaan tindak pidana yang memicu aksi massa.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, Setiawan diduga dituduh melakukan percobaan pencurian sepeda motor di kawasan sebuah toko swalayan di Desa Bahomakmur.

Dugaan itu disebut terekam kamera pengawas, tetapi sampai berita ini ditulis kepolisian belum mengumumkan hasil penyelidikan maupun memastikan apakah dugaan pencurian tersebut benar terjadi.

Saat mengetahui dirinya dikejar warga, korban disebut sempat berusaha menyelamatkan diri.

Ia berlari lalu berlindung di dalam toko swalayan, namun kemudian diduga ditemukan dan dibawa keluar oleh massa.

Korban selanjutnya diduga mengalami pengeroyokan hingga luka berat. Meski sempat mendapatkan pertolongan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Kades Sebut Korban Jadi Penopang Adik-adiknya

Jenazah Setiawan telah dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Kompang untuk dimakamkan oleh keluarga.

Di kampungnya, korban disebut dikenal sebagai sosok yang menjaga keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.

Kepala Desa Kompang, Ansar, mengatakan Setiawan selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.

“Beliau (Setiawan) tulang punggung keluarga. Ibunya meninggal pada 2011, sedangkan ayahnya meninggal pada Januari 2026. Selama ini Setiawan turut membiayai kebutuhan adik-adiknya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia,” kata Ansar.

Ansar juga menegaskan, selama mengenal korban, tidak pernah ada catatan bahwa Setiawan melakukan tindak pencurian.

“Setiawan itu orangnya sabar. Sepanjang yang kami tahu, tidak pernah ada riwayatnya mencuri. Dia juga sering ke masjid untuk salat berjamaah,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan bahwa kesaksian itu disampaikan berdasarkan kehidupan korban di kampung halaman.

“Bukan kami membela, tetapi sejak kecil memang tidak ada riwayatnya mencuri,” tambah Ansar.

Polisi Masih Dalami Dugaan Pencurian dan Pengeroyokan

Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan.

Aparat kepolisian disebut masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, serta mendalami dugaan aksi main hakim sendiri yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Selain itu, penyidik juga akan memastikan apakah benar terdapat unsur dugaan pencurian sebagaimana yang beredar di masyarakat.

Hingga kini, belum ada penetapan tersangka maupun kesimpulan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut.

Kristio D. Reski

Share
Published by
Kristio D. Reski
Tags: Bahodopi Main Hakim Sendiri Morowali Pencurian Motor pengeroyokan Polisi Sinjai