Sekda Provinsi Sulsel Jufri Rahman menyatakan dukungan terhadap rencana program Pelajar Sulawesi Selatan Menabung yang diinisiasi Kantor Perwakilan LPS III Makassar
SulawesiPos.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman menyatakan dukungan terhadap program Pelajar Sulsel Menabung yang diinisiasi Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) III Makassar sebagai upaya memperkuat literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah. Program itu disiapkan untuk membangun kebiasaan menabung secara rutin, terukur, dan berkelanjutan, dengan tahap awal uji coba di Makassar, Gowa, Maros, dan Takalar.
Dukungan Pemprov Sulsel ini menjadi penting karena program tersebut tidak hanya mendorong pelajar mengenal tabungan, tetapi juga menanamkan kebiasaan mengelola uang sejak dini lewat pendekatan organisasi kesiswaan dan pendampingan guru.
Dengan model itu, kebiasaan menabung diarahkan menjadi bagian dari pembiasaan harian di sekolah, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Sekda Sulsel Jufri Rahman menilai inisiatif tersebut sejalan dengan kebutuhan memperluas edukasi keuangan di kalangan pelajar.
“Kami menyambut baik inisiatif yang mendorong literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah,” kata Jufri Rahman.
Dari sisi penggagas, LPS menyebut audiensi dengan Pemprov Sulsel dilakukan untuk memaparkan rencana pelaksanaan program sekaligus meminta dukungan pemerintah daerah agar pelaksanaannya bisa berjalan lebih luas melalui jalur pendidikan.
“Kami bersilaturahmi dengan Pak Sekda untuk memaparkan program Pelajar Sulsel Menabung yang diinisiasi Kantor Perwakilan LPS III Makassar. Kami juga memohon dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan agar program ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Kepala Kantor Perwakilan LPS III Makassar Fuad Zaen.
Program ini tidak hanya berfokus pada pembukaan rekening atau ajakan menabung, tetapi juga menyiapkan kompetisi untuk mengukur konsistensi pelajar dalam menyisihkan uang secara berkala.
Guru dan tenaga pendidik akan dilibatkan sebagai pendamping agar perilaku menabung benar-benar tumbuh sebagai kebiasaan, bukan sekadar target jangka pendek.
“Program ini juga menghadirkan kompetisi bagi pelajar untuk menumbuhkan budaya menabung. Pelajar yang konsisten akan mendapatkan apresiasi berupa hadiah dari LPS,” katanya.
Arah kebijakan ini sejalan dengan dorongan nasional untuk memperluas inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, sedangkan inklusi keuangan berada di level 80,51 persen.
Angka itu memperlihatkan akses keuangan tumbuh lebih cepat dibanding pemahaman masyarakat, sehingga program berbasis sekolah dipandang penting untuk memperkecil kesenjangan tersebut.
Di tingkat pelajar, penguatan budaya menabung juga berkaitan dengan upaya membangun kemandirian finansial sejak dini.
Oleh karena itu, dukungan Pemprov Sulsel melalui jalur Dinas Pendidikan diharapkan menjadi pintu agar manfaat program tidak berhenti pada empat daerah uji coba, tetapi bisa menjangkau lebih banyak sekolah di Sulawesi Selatan.