SulawesiPos.com – Dua pemuda terlibat adu jotos di dalam sebuah toko kelontong di Jalan Nasrun, Desa Langkea Raya, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Senin (29/6/2026), sekitar pukul 22.00 Wita. Perkelahian itu membuat etalase kaca pecah, barang dagangan berhamburan, dan pemilik toko mengalami kerugian material sekitar Rp4 juta.
Peristiwa itu bermula saat kedua pemuda, Atrep dan Benni, terlibat aksi saling kejar sebelum masuk ke dalam toko.
Situasi di dalam toko kemudian berubah ricuh ketika keduanya terlibat perkelahian hingga merusak etalase dan sejumlah barang jualan.
Kasi Humas Polres Luwu Timur, Ipda Mustajuddin, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, perkelahian terjadi antara orang pemuda yang menyebabkan etalase toko campuran rusak,” dalam keterangannya Rabu (1/7/2026).
Menurut dia, satu pemuda lebih dulu masuk ke toko, lalu disusul pemuda lainnya. Di dalam toko, keduanya terlibat baku hantam yang membuat etalase jatuh dan pecah.
Warga di sekitar lokasi kemudian masuk untuk melerai perkelahian itu. Setelah dipisahkan, kedua pemuda tersebut disebut langsung melarikan diri dari tempat kejadian.
Polisi menyebut pemilik toko mengalami kerugian material senilai Rp4 juta akibat kerusakan etalase dan barang dagangan.
Hingga berita ini ditulis, kedua pelaku masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
“Pelaku perkelahian masih dalam penyelidikan dan perkembangan,” lanjutntya.
Dalam video yang beredar, tampak seorang pemuda berbaju putih masuk ke toko kelontong, lalu tidak lama kemudian seorang pemuda berbaju hitam datang dan menyerangnya.
Perkelahian di dalam toko itu membuat pemuda berbaju putih terdorong hingga etalase kaca jatuh dan pecah.


